Shoulatiyah, Tempat Belajar KH Hasyim Asy'ari di Makkah
Muhajirin
Jum'at, 04 Februari 2022 - 20:01 WIB
Salah satu bangunan Shoulatiyah (foto: Amin Sudarsono)
Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari, memiliki jejak sejarah di Mekkah, Arab Saudi. Ia pernah belajar di Tanah Suci kurang lebih 7 tahun, tidak lain untuk memperdalam ilmu agama.
Salah satu madrasah tempat kakek Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini adalah Madrasah Shaulatiyah. Ia merupakan satu dari sekian banyak ulama Nusantara yang belajar dan berkarya di sana, menimba ilmu dari gurunya, Syaikh Rahmatullah bin Khalil Al Hindi.
Madrasah yang berdiri sejak 1.148 tahun lalu itu bahkan masih beroperasi sampai sekarang. Direktur Eksekutif Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), Amin Sudarsono, mengatakan, lokasi madrasah itu dapat ditempuh dengan menaiki taksi, 15 menit atau sekitar 10 km dari Masjidil Haram.
Nama daerah sekolah itu Al-Kakiyah. Gedungnya masih ada, namun kini sudah mengalami pemugaran. Sebab, sejatinya Shoulatiyah dahulu ada di salah satu sudut Masjidil Haram.
"KH Hasyim Asy'ari tercatat pernah belajar di Makkah enam tahun lamanya. Di Tanah Suci, beliau yang lahir di Jombang 10 April 1875 itu menuntut ilmu ke sejumlah ulama besar. Di antaranya Syaikh Mahfudz bin Abdullah At-Termasy dan Syaikh Nawawi Al-Bantany," kata Amin melalui keterangan tertulis, dikutip Jum'at (4/2/2022).
Hasyim Asy'ari tercatat pernah belajar secara intensif dengan Sayyid Alawi bin Ahmad Assegaf dan Sayyid Husain bin Muhammad Al Habsyi, mufti Mazhab Syafi'iyah di Masjidil Haram dan kediaman keduanya.
Dia tercatat juga memiliki banyak guru lain, baik dari dalam maupun luar Makkah, semisal Habib Ahmad bin Hasan Al Attas dan Syaikh Rahmatullah bin Khalil Al Hindi, pendiri madrasah Shoulatiyah.
Salah satu madrasah tempat kakek Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini adalah Madrasah Shaulatiyah. Ia merupakan satu dari sekian banyak ulama Nusantara yang belajar dan berkarya di sana, menimba ilmu dari gurunya, Syaikh Rahmatullah bin Khalil Al Hindi.
Madrasah yang berdiri sejak 1.148 tahun lalu itu bahkan masih beroperasi sampai sekarang. Direktur Eksekutif Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), Amin Sudarsono, mengatakan, lokasi madrasah itu dapat ditempuh dengan menaiki taksi, 15 menit atau sekitar 10 km dari Masjidil Haram.
Nama daerah sekolah itu Al-Kakiyah. Gedungnya masih ada, namun kini sudah mengalami pemugaran. Sebab, sejatinya Shoulatiyah dahulu ada di salah satu sudut Masjidil Haram.
"KH Hasyim Asy'ari tercatat pernah belajar di Makkah enam tahun lamanya. Di Tanah Suci, beliau yang lahir di Jombang 10 April 1875 itu menuntut ilmu ke sejumlah ulama besar. Di antaranya Syaikh Mahfudz bin Abdullah At-Termasy dan Syaikh Nawawi Al-Bantany," kata Amin melalui keterangan tertulis, dikutip Jum'at (4/2/2022).
Hasyim Asy'ari tercatat pernah belajar secara intensif dengan Sayyid Alawi bin Ahmad Assegaf dan Sayyid Husain bin Muhammad Al Habsyi, mufti Mazhab Syafi'iyah di Masjidil Haram dan kediaman keduanya.
Dia tercatat juga memiliki banyak guru lain, baik dari dalam maupun luar Makkah, semisal Habib Ahmad bin Hasan Al Attas dan Syaikh Rahmatullah bin Khalil Al Hindi, pendiri madrasah Shoulatiyah.