Bijak Bermedsos, Psikolog: Jangan Gampang Baper
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 07 Februari 2022 - 09:37 WIB
Muslimah yang sedang bermain media sosial melalui smartphone. Foto: LANGIT7/iStock
Menjamurnya media sosial di era digital seperti saat ini, memiliki dua dampak, positif dan negatif. Manfaatnya pun tergantung dari bagaimana Anda menggunakannya.
Bila media sosial digunakan dengan cara yang baik, maka dampaknya pun akan baik juga. Sebaliknya bila dilakukan dengan cara salah, ia akan menyebabkan sebuah konflik apa masalah.
Lantas, bagaimana seharusnya menggunakan medsos yang baik dan benar?
Baca juga: Bagaimana Memilih Ustadz Saat Belajar Islam di Medsos? Berikut Panduan dari Buya Yahya
Psikolog Rumah Konseling, Muhammad Iqbal mengatakan menggunakan medsos yang baik dan benar adalah dengan memiliki keseimbangan waktu. Hal ini penting, artinya bukan soal durasinya saja tetapi soal konten dan keseimbangan antar dunia maya dan dunia nyata.
"Jadi seseorang itu harus bisa membatasi dirinya, menjaga atau mengatur dirinya agar seimbang," katanya kepada Langit7.
Selanjutnya, jangan jadikan atau menganggap semua yang tampil di media sosial itu nyata. Menurut Iqbal, banyak orang yang berbohong atau manipulasi dunia nyata dengan dunia maya.
Bila media sosial digunakan dengan cara yang baik, maka dampaknya pun akan baik juga. Sebaliknya bila dilakukan dengan cara salah, ia akan menyebabkan sebuah konflik apa masalah.
Lantas, bagaimana seharusnya menggunakan medsos yang baik dan benar?
Baca juga: Bagaimana Memilih Ustadz Saat Belajar Islam di Medsos? Berikut Panduan dari Buya Yahya
Psikolog Rumah Konseling, Muhammad Iqbal mengatakan menggunakan medsos yang baik dan benar adalah dengan memiliki keseimbangan waktu. Hal ini penting, artinya bukan soal durasinya saja tetapi soal konten dan keseimbangan antar dunia maya dan dunia nyata.
"Jadi seseorang itu harus bisa membatasi dirinya, menjaga atau mengatur dirinya agar seimbang," katanya kepada Langit7.
Selanjutnya, jangan jadikan atau menganggap semua yang tampil di media sosial itu nyata. Menurut Iqbal, banyak orang yang berbohong atau manipulasi dunia nyata dengan dunia maya.