Pangdam Hasanuddin: Puasa Senin Kamis Kunci Kemenangan Prajurit
Fajar adhitya
Rabu, 09 Februari 2022 - 09:35 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Selain kemampuan fisik dan ketahanan mental, keberhasilan parajurit dalam berjuang di medan tempur juga didukung oleh kekuatan spiritual. Kedisiplinan dalam beribadah akan mempermudah seorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
Demikian disampaikan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad saat bersilaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan, baru-baru ini. Pada agenda tersebut, Mayjen Andi mengaku sedang menjalankan puasa sunnah Senin-Kamis dan berbuka bersama para ulama yang hadir.
Pandam mengaku, puasa sunah Senin dan Kamis menjadi rutinitas ibadah yang didawamkannya. Andi Muhammad mengatakan, puasa dapat menjadi sarana latihan kedisiplinan bagi seorang prajurit.
Baca Juga:Bingung Pilih Ilmu Agama atau Ilmu Umum? Ini Solusinya
Kedisiplinan, menurut dia, tak hanya soal waktu saja tetapi juga disiplin ibadah. Seorang Muslim harus adil membagi waktunya untuk kegiatan dunia dan akhirat.
Pada kesempatan sama, cucu pahlawan nasional A Mappanyuki itu juga menuturkan pengalamanya saat bertugas menghadapi konflik di Aceh. Kekuatan doa menjadi kunci keberhasilan pasukannya di Aceh sehingga gejolak atau peristiwa konflik segera pulih.
Baca Juga:Bolehkah Shalat Sambil Membaca Al-Quran? Ini Pandangan Ulama
Demikian disampaikan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad saat bersilaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan, baru-baru ini. Pada agenda tersebut, Mayjen Andi mengaku sedang menjalankan puasa sunnah Senin-Kamis dan berbuka bersama para ulama yang hadir.
Pandam mengaku, puasa sunah Senin dan Kamis menjadi rutinitas ibadah yang didawamkannya. Andi Muhammad mengatakan, puasa dapat menjadi sarana latihan kedisiplinan bagi seorang prajurit.
Baca Juga:Bingung Pilih Ilmu Agama atau Ilmu Umum? Ini Solusinya
Kedisiplinan, menurut dia, tak hanya soal waktu saja tetapi juga disiplin ibadah. Seorang Muslim harus adil membagi waktunya untuk kegiatan dunia dan akhirat.
Pada kesempatan sama, cucu pahlawan nasional A Mappanyuki itu juga menuturkan pengalamanya saat bertugas menghadapi konflik di Aceh. Kekuatan doa menjadi kunci keberhasilan pasukannya di Aceh sehingga gejolak atau peristiwa konflik segera pulih.
Baca Juga:Bolehkah Shalat Sambil Membaca Al-Quran? Ini Pandangan Ulama