Cara Merapatkan Shaf Saat Shalat Jamaah, Tak Perlu Sempit-Sempitan
Fajar adhitya
Jum'at, 11 Februari 2022 - 18:40 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Shalat berjamaah memiliki banyak keutamaan dan kemuliaan. Saat shalat berjamaah hendaknya para mushallin (orang-orang yang shalat) merapatkan shafnya.
Merapatkan shaf saat shalat berjamaah hukumnya sunnah. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Anas radiallahu 'anhu meriwayatkan bahwasanya Rasulullah bersabda, "Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan shalat.”
Karenanya, sangat dianjurkan bagi imam untuk melihat kerapihan barisan jamaah sebelum memulai takbiratul ihram. Indikator rapatnya shaf adalah tidak ada celah lebar antarjamaah yang digambarkan anak kambing dapat masuk ke celah tersebut.
Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, “Rapatkan shaf kalian, rapatkan barisan kalian, luruskan pundak dengan pundak. Demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, Sungguh aku melihat setan masuk di sela-sela shaf, seperti anak kambing.” (HR. Abu Daud).
Baca Juga:Pangdam Hasanuddin: Puasa Senin Kamis Kunci Kemenangan Prajurit
Cara merapatkan shaf yang tertera dalam hadits adalah dengan menempelkan bahu dengan bahu dan kaki dengan kaki. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, "Tegakkanlah shaf kalian, karena saya melihat kalian dari belakang pundakku". (Anas berkata) "Ada di antara kami orang yang menempelkan bahunya dengan bahu temannya dan menempelkan telapak kakinya dengan telapak kaki temannya,’” (HR Bukhari).
Merapatkan shaf dilakukan dalam keadaan berdiri ketika hendak memulai shalat berjamaah. Menempelkan bahu dan mata kaki dilakukan dalam rangka melihat apakah shaf sudah lurus dan rapat atau belum dan tidak dituntut harus dijaga sepanjang shalat berlangsung.
Merapatkan shaf saat shalat berjamaah hukumnya sunnah. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Anas radiallahu 'anhu meriwayatkan bahwasanya Rasulullah bersabda, "Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan shalat.”
Karenanya, sangat dianjurkan bagi imam untuk melihat kerapihan barisan jamaah sebelum memulai takbiratul ihram. Indikator rapatnya shaf adalah tidak ada celah lebar antarjamaah yang digambarkan anak kambing dapat masuk ke celah tersebut.
Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, “Rapatkan shaf kalian, rapatkan barisan kalian, luruskan pundak dengan pundak. Demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, Sungguh aku melihat setan masuk di sela-sela shaf, seperti anak kambing.” (HR. Abu Daud).
Baca Juga:Pangdam Hasanuddin: Puasa Senin Kamis Kunci Kemenangan Prajurit
Cara merapatkan shaf yang tertera dalam hadits adalah dengan menempelkan bahu dengan bahu dan kaki dengan kaki. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, "Tegakkanlah shaf kalian, karena saya melihat kalian dari belakang pundakku". (Anas berkata) "Ada di antara kami orang yang menempelkan bahunya dengan bahu temannya dan menempelkan telapak kakinya dengan telapak kaki temannya,’” (HR Bukhari).
Merapatkan shaf dilakukan dalam keadaan berdiri ketika hendak memulai shalat berjamaah. Menempelkan bahu dan mata kaki dilakukan dalam rangka melihat apakah shaf sudah lurus dan rapat atau belum dan tidak dituntut harus dijaga sepanjang shalat berlangsung.