Film sebagai Media Dakwah dan Bisnis
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 11 Februari 2022 - 23:35 WIB
Film sebagai Media Dakwah dan Bisnis. (Foto: Langit7.id/iStock)
Film sering menjadi salah satu pelarian masyarakat untuk melepas penat. Selain menjadi sebuah hiburan, film juga dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi.
Saking berpengaruhnya, film juga disebut dapat menjadi media dakwah sekaligus bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi agama. Untuk itu, Sutradara kenamaan Tanah Air, Hanung Bramantyo mengajak Muhammadiyah menjadikan film untuk berdakwah secara modern.
Baca juga:Masjid Al Barokah Gimhae, Rumah Dakwah Diaspora Indonesia di Korsel
Menurut Hanung, ini adalah saat yang tepat bagi Muhammadiyah untuk mengambil peluang dakwah sekaligus berbisnis melalui film. "Dakwah sekarang itu menurut saya tidak melulu disajikan dalam satu jenis. Tetapi dakwah sekarang itu sifatnya equal, jadi umatnya tidak pasif, tapi umatnya itu mencari dan mempelajari," ujarnya dikutip dari muhammadiyah.or.id, Jumat (11/2).
Dakwah lewat film, kata Hanung, dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi umat. Iamembandingkan beberapa film keluaran Barat yang membawa kisah nabi, seperti Nabi Isa dan Nabi Nuh. Namun, sumber atau perspektif yang digunakan bukan bersumber dari Al Qur’an.
"Islam atau Muhammadiyah harus melakukan sesuatu untuk mengcounter narasi cerita nabi yang diproduksi Barat. Artinya umat Islam harus memproduksi film tentang nabi yang sesuai dengan Al Qur’an dengan tampilan yang lebih baik," tegasnya.
Baca juga:Terowongan Silaturahmi, Lihat Sejarah Tolerasi Indonesia di Sini
Saking berpengaruhnya, film juga disebut dapat menjadi media dakwah sekaligus bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi agama. Untuk itu, Sutradara kenamaan Tanah Air, Hanung Bramantyo mengajak Muhammadiyah menjadikan film untuk berdakwah secara modern.
Baca juga:Masjid Al Barokah Gimhae, Rumah Dakwah Diaspora Indonesia di Korsel
Menurut Hanung, ini adalah saat yang tepat bagi Muhammadiyah untuk mengambil peluang dakwah sekaligus berbisnis melalui film. "Dakwah sekarang itu menurut saya tidak melulu disajikan dalam satu jenis. Tetapi dakwah sekarang itu sifatnya equal, jadi umatnya tidak pasif, tapi umatnya itu mencari dan mempelajari," ujarnya dikutip dari muhammadiyah.or.id, Jumat (11/2).
Dakwah lewat film, kata Hanung, dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi umat. Iamembandingkan beberapa film keluaran Barat yang membawa kisah nabi, seperti Nabi Isa dan Nabi Nuh. Namun, sumber atau perspektif yang digunakan bukan bersumber dari Al Qur’an.
"Islam atau Muhammadiyah harus melakukan sesuatu untuk mengcounter narasi cerita nabi yang diproduksi Barat. Artinya umat Islam harus memproduksi film tentang nabi yang sesuai dengan Al Qur’an dengan tampilan yang lebih baik," tegasnya.
Baca juga:Terowongan Silaturahmi, Lihat Sejarah Tolerasi Indonesia di Sini