LANGIT7.ID - , Jakarta - Menko Polhukam Mahfud MD menyusuri Terowongan Silaturahmi usai salat Jumat (28/1/2022) di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Mahfud menyebut Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai simbol persatuan bangsa.
"Alhamdulillah, ini salah satu lambang penting untuk kita membangun kerukunan, kebersatuan dalam keberbedaan. Untuk jangka panjang, dakwah membangun Indonesia yang memiliki kebersatuan dalam keberagaman dan kebersamaan," kata Mahfud sebagaimana dikutip dari laman Kemenko Polhukam.
Baca juga: Cuma di Indonesia Masjid dan Gereja Disatukan Terowongan, Ini Alasan PUPRMahfud menyusuri terowongan diiringi Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan pejabat utama Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), serta Imam Besar Madsjid Istiqlal Nasaruddin Umar.
Dalam kegiatan itu, Imam Masjid Istiqlal menyampaikan Terowongan Silaturahmi merupakan ikon toleransi antarumat beragama di Indonesia. Ia menambahkan, terowongann ini bisa menjadi contoh hidup bertetangga antara satu tempat ibadah yang satu dan yang lain.
"Terowongan ini menjadi ikon kebersamaan, nantinya dilengkapi sehingga bisa melihat sejarah toleransi Indonesia melalui terowongan kecil ini. Informasi bahwa Indonesia bisa menjadi contoh bahwa kita bisa hidup berdampingan antara dua rumah ibadah," katanya.
Mahfud juga menyampaikan beberapa pesan terkait dengan persatuan bangsa dan keadilan yang dibacakan saat mengisi khutbah Jumat.
Dalam khotbahnya berjudul Menegakkan Keadilan Hukum sebagai Refleksi Amanah Keadilan Tuhan, Mahfud menyebutkan salah satu wujud perilaku takwa adalah menegakkan keadilan hukum.
Mahfud mengatakan bahwa salah satu bentuk sikap dan prilaku takwa adalah menegakkan keadilan hukum. Seruan agar kita berbuat adil ini penting dan harus sengaja diniatkan untuk dilaksanakan, bukan dibiarkan mengalir sendiri.
"Ini penting diingat karena sampai sekarang masih ada yang mengatakan bahwa manusia tidak bisa berbuat adil karena keadilan itu hanya bisa dilakukan oleh Allah," katanya.
Pernyataan tersebut, menurut dia, jelas salah karena di dalam Alquran dan Sunah Nabi banyak perintah kepada manusia dan amanah untuk berbuat adil dan menegakkan keadilan.
Baca juga: Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Dihubungkan Terowongan"Jadi, menurut Islam menegakkan keadilan adalah salah satu tugas manusia untuk mewujudkan ketakwaan kepada Allah," kata Mahfud dalam khotbahnya.
Jika mengacu pada ajaran Islam, lanjut dia, adil dapat dikaitkan dengan perlakuan yang sama, seimbang, dan proporsional.
"Kalau dikaitkan dengan kehidupan berbangsa kita di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam membuat dan melaksanakan hukum kita harus memasukkan dan mengimplementasikan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebersatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial," kata Mahfud.
(Sumber: Polkam.go.id)
(est)