LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Al Barokah di Gimhae, menjadi rumah dakwah ahlussunnah wal jamaah di Korea Selatan. Selain fokus melakukan pembinaan keagamaan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI), masjid ini juga menjadi sentra pengembangan ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga Indonesia.
Pada kunjungan ke Gimhae beberapa waktu lalu, Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto berkesempatan mengunjungi Masjid Al Barokah. Gandi yang didampingi Wakil Kepala Perwakilan Zelda Kartika, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan Reandhy Darmawan, pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan sejumlah diaspora Indonesia juga meninjau Albamart.
Albamart Gimhae merupakan sebuah Badan Usaha Milik Masjid Indonesia pertama di Korea. Selain meninjau produk yang dijual dan fasilitas cold storage yang dimiliki toko tersebut, Dubes Sulis juga membagikan tips untuk peningkatan omset kepada para pengelola toko.
Baca Juga: Masjid Muhammad Ceng Hoo Simbol Keharmonisan Muslim China di Surabaya"Saya ingin mengembangkan peluang baru agar bangsa Indonesia ke depannya dapat semakin memanfaatkan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi milik Korea Selatan, serta memenuhi kebutuhan Korea Selatan akan pekerja berkeahlian khusus," ujarnya dalam keterangan pers dikutip Kamis (10/2/2022).
Promosi dan pengembangan produk makanan Indonesia di Korsel merupakan potensi yang menjanjikan. Dubes Sulis membagikan ide dan tips guna meningkatkan penetrasi produk pangan Indonesia di Korea, seperti melalui optimalisasi sistem packaging dan quality control sesuai kriteria yang diinginkan otoritas Korea.
Cerita-cerita menarik dari masyarakat Indonesia di Gimhae dan sekitarnya dapat dijadikan motivasi, sehingga akan makin banyak WNI yang muncul sebagai entrepreneur baru di berbagai daerah di Korea. Dubes Sulis menegaskan bahwa tekad ingin maju bersama, bukan maju sendiri, merupakan kunci dari kesuksesan pelaku usaha Indonesia di Korsel.
Baca Juga: BPJPH Dukung UKM Kuliner Halal Berbasis Kearifan LokalPertemuan itu dihadiri para tokoh masyarakat dari Masjid Al Barokah, Komunitas Merah Putih yang membawahi 22 paguyuban kedaerahan dan seni budaya Indonesia di Gimhae, Forum Komunikasi Ormas Indonesia di Korea (Forkomasi), serta sejumlah masyarakat Indonesia di kota Gimhae dan sekitarnya.
KH Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sempat berkunjung ke Masjid Al Barokah Gimhae beberapa tahun silam menuturkan, Masjid Al Barokah ini sebagaimana masjid lainnya di Negeri Ginseng dibeli atas inisiatif masyarakat Indonesia yang rajin shalawatan dan tahlilan. Kemudian merasa butuh masjid untuk tempat acara dan ibadah sehingga mereka urunan dana untuk membeli ruko yang dijadikan masjid.
"Saya terkesan di Korsel dengan kebersihan dan tertibnya tata kota yang bagus sekali. Tampak mereka sangat disiplin dalam menjaga kebersihan, termasuk toilet dan ruang umum," kata Kiai Cholil dikutip website pribadinya.
Baca Juga: Pemain Chelsea Berlatih Ditemani Keindahan Masjid Agung Sheikh Zayed(zhd)