Peristiwa Penting 14 Februari: Kelahiran KH Hasyim Asy'ari
Muhajirin
Senin, 14 Februari 2022 - 11:29 WIB
Haddratussyaikh KH Hasyim Asyari (foto: NU Online)
14 Februari merupakan hari bersejarah bagi umat Islam di Indonesia, terutama warga Nahdliyin. Sekira 150 tahun lalun, tepat 14 Februari 1871 M, lahir pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy'ari.
Mengutip buku Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari: Moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan yang ditulis Zuhairi Miswari (2010), KH Hasyim Asy'ari dilahirkan di Pesantren Gedang, Tambakrejo, Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini berada 2 km ke arah utara Jombang.
Hasyim Asy'ari lahir dari keluarga ulama kharismatik. Sang ayah, Kiai Asy'ari, merupakan ulama asal Demak. Sedangkan sang kakek, Kiai Usman, pendiri Pesantren Gedang, Jombang.
Saat masih dalam kandungan, ibunda Hasyim Asy'ari, Nyai Hajjah Halimah melihat tanda-tanda luar biasa. Pada suatu malam, dia bermimpi bulan jatuh dari langit dan hinggap di kandungannya. Mimpi itu tentu pertanda sangat baik.
Tanda-tanda lain, Hasyim Asy'ari berada dalam kandungan kurang lebih 14 bulan yang ditafsir banyak orang sebagai keistimewaan. Ia diramalkan akan menjadi tokoh besar.
Menurut Ishom Hadzik (2000) dalam KH Hasyim Asy'ari: Fajar Ulama dan Pejuang Sejati, Nyai Halimah dikenal sebagai perempuan yang taat beribadah. Konon, dia berpuasa selama tiga tahun berturut-turut.
Puasa itu diniatkan untuk sebuah kebaikan. Puasa pada tahun pertama diniatkan untuk diri sendiri. Puasa pada tahun kedua diniatkan untuk anak cucunya. Puasa pada tahun ketiga diperuntukkan bagi para santrinya agar senantiasa dilindungi Allah dan sukses dalam menjalani hidup.
Mengutip buku Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari: Moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan yang ditulis Zuhairi Miswari (2010), KH Hasyim Asy'ari dilahirkan di Pesantren Gedang, Tambakrejo, Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini berada 2 km ke arah utara Jombang.
Hasyim Asy'ari lahir dari keluarga ulama kharismatik. Sang ayah, Kiai Asy'ari, merupakan ulama asal Demak. Sedangkan sang kakek, Kiai Usman, pendiri Pesantren Gedang, Jombang.
Saat masih dalam kandungan, ibunda Hasyim Asy'ari, Nyai Hajjah Halimah melihat tanda-tanda luar biasa. Pada suatu malam, dia bermimpi bulan jatuh dari langit dan hinggap di kandungannya. Mimpi itu tentu pertanda sangat baik.
Tanda-tanda lain, Hasyim Asy'ari berada dalam kandungan kurang lebih 14 bulan yang ditafsir banyak orang sebagai keistimewaan. Ia diramalkan akan menjadi tokoh besar.
Menurut Ishom Hadzik (2000) dalam KH Hasyim Asy'ari: Fajar Ulama dan Pejuang Sejati, Nyai Halimah dikenal sebagai perempuan yang taat beribadah. Konon, dia berpuasa selama tiga tahun berturut-turut.
Puasa itu diniatkan untuk sebuah kebaikan. Puasa pada tahun pertama diniatkan untuk diri sendiri. Puasa pada tahun kedua diniatkan untuk anak cucunya. Puasa pada tahun ketiga diperuntukkan bagi para santrinya agar senantiasa dilindungi Allah dan sukses dalam menjalani hidup.