Makna Sifat Al-Ummi Rasulullah SAW, Ini Penjelasannya
Muhajirin
Sabtu, 19 Februari 2022 - 00:05 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Buku-buku sejarah masyhur menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai Al-Ummi. Kata tersebut kerap diartikan sebagai orang yang tidak tahu membaca dan menulis.
Namun, menurut ulama asal Mesir, Maulana Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Rusydi Sayyid Jabr Al-Hasani Hafizhahullah, kata Al-Ummi tidak bisa diartikan sebagai bodoh baca tulis. Kata 'bodoh' tak pantas disematkan kepada Rasulullah.
"Tidak boleh kita sebut bodoh pada nabi. Namun, 'nabi tidak melakukan menulis dan membaca.' Ada perbedaan antara 'tidak melakukan' dan 'bodoh' membaca menulis," kata Syaikh Yusri melalui kanal Sanad Media, dikutip Selasa (15/2/2022).
Pemahaman keliru tersebut harus diluruskan. Nabi Muhammad SAW bukan orang bodoh. Beliau hanya tidak melakukan aktivitas menulis dan membaca pada masa itu. Memang, orang Arab kala itu memiliki budaya menghafal, sehingga tidak menulis dan membaca bukan aib.
"Arti 'umiy' bukan berarti bodoh dan bukan berarti tidak tahu," ucapnya.
Kedua, al-ummi juga memiliki arti tidak ada kitab samawi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jika belajar karakteristik dakwah nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad, maka didapati seorang nabi hanya diutus untuk satu kaum saja.
Maka tak heran jika ada nabi yang hidup pada masa yang sama tapi berbeda tempat dakwah, meski misi mereka sama yakni membumikan tauhid. Itu yang menjadi latar belakang orang-orang Yahudi menyebut orang-orang Arab sebagai kaum ummiy'.
Namun, menurut ulama asal Mesir, Maulana Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Rusydi Sayyid Jabr Al-Hasani Hafizhahullah, kata Al-Ummi tidak bisa diartikan sebagai bodoh baca tulis. Kata 'bodoh' tak pantas disematkan kepada Rasulullah.
"Tidak boleh kita sebut bodoh pada nabi. Namun, 'nabi tidak melakukan menulis dan membaca.' Ada perbedaan antara 'tidak melakukan' dan 'bodoh' membaca menulis," kata Syaikh Yusri melalui kanal Sanad Media, dikutip Selasa (15/2/2022).
Pemahaman keliru tersebut harus diluruskan. Nabi Muhammad SAW bukan orang bodoh. Beliau hanya tidak melakukan aktivitas menulis dan membaca pada masa itu. Memang, orang Arab kala itu memiliki budaya menghafal, sehingga tidak menulis dan membaca bukan aib.
"Arti 'umiy' bukan berarti bodoh dan bukan berarti tidak tahu," ucapnya.
Kedua, al-ummi juga memiliki arti tidak ada kitab samawi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jika belajar karakteristik dakwah nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad, maka didapati seorang nabi hanya diutus untuk satu kaum saja.
Maka tak heran jika ada nabi yang hidup pada masa yang sama tapi berbeda tempat dakwah, meski misi mereka sama yakni membumikan tauhid. Itu yang menjadi latar belakang orang-orang Yahudi menyebut orang-orang Arab sebagai kaum ummiy'.