Mengenal SMK Raden Umar Said Kudus
Mulai Banyak Dikenal, Pendaftar Program Keahlian Animasi Membludak
Arif purniawan
Kamis, 17 Februari 2022 - 05:59 WIB
Siswa sedang praktik menggambar di ruang Big Draw (foto : arif purniawan)
Setelah menyelesaikan film Pasoa dan mendapatkan banyak orderan pembuatan animasi, SMK RUS Kudus kini mulai banyak dikenal masyarakat.
Rico Adriansyah, Kepala Program Keahlian Animasi SMK RUS bercerita, saat pertama membuka Program Keahlian animasi pada tahun 2015, SMK RUS Kudus hanya mendapatkan 26 siswa. Semua pendaftar langsung diterima.
Program keahlian ini belum dikenal. Maklum saja, dulu belum banyak yang mengenal apa itu animasi. Tapi seiring berjalannya waktu, program ini makin dikenal. Di tahun kedua, pendaftar meningkat. Bahkan hingga dua kali lipat.
Pada tahun ketiga (2018) SMK RUS Kudus makin dikenal. Bahkan siswa sudah berdatangan dari luar kota. Saat itu yang mendaftar sekitar 850-an siswa. Padahal daya tampung pada saat itu 100 orang.
Baca juga: Rintis Program Keahlian Animasi dengan Mentor dari Jepang dan Disney
“Akhirnya kita mulai dikenal waktu itu. Dari berbagai kota, dari Sabang sampai Merauke, semua ras dan agama. Secara historis, kita awalnya sekolah Islam. Awalnya menerima siswa muslim, karena kita siap menerima siswa dari luar kota, dengan berbagai kebudayaan,” ungkap Rico Adriansyah.
Rico Adriansyah, Kepala Program Keahlian Animasi SMK RUS bercerita, saat pertama membuka Program Keahlian animasi pada tahun 2015, SMK RUS Kudus hanya mendapatkan 26 siswa. Semua pendaftar langsung diterima.
Program keahlian ini belum dikenal. Maklum saja, dulu belum banyak yang mengenal apa itu animasi. Tapi seiring berjalannya waktu, program ini makin dikenal. Di tahun kedua, pendaftar meningkat. Bahkan hingga dua kali lipat.
Pada tahun ketiga (2018) SMK RUS Kudus makin dikenal. Bahkan siswa sudah berdatangan dari luar kota. Saat itu yang mendaftar sekitar 850-an siswa. Padahal daya tampung pada saat itu 100 orang.
Baca juga: Rintis Program Keahlian Animasi dengan Mentor dari Jepang dan Disney
“Akhirnya kita mulai dikenal waktu itu. Dari berbagai kota, dari Sabang sampai Merauke, semua ras dan agama. Secara historis, kita awalnya sekolah Islam. Awalnya menerima siswa muslim, karena kita siap menerima siswa dari luar kota, dengan berbagai kebudayaan,” ungkap Rico Adriansyah.