Kemenkop UKM dan PBNU Dorong Pertumbuhan Kewirausahaan Pesantren
Mahmuda attar hussein
Ahad, 20 Februari 2022 - 13:35 WIB
Kemenkop UKM dan PBNU dorong kewirausahaan pesantren. (Foto: Istimewa).
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melakukan penandatangan MoU dengan PBNU untuk peningkatan dan pemberdayaan ekonomi umat di kalangan santri.
Upaya ini salah satu cara untuk mengejar target pertumbuhan rasio kewirausahaan hingga 3,95 persen pada 2024 mendatang. Kewirausahaan harus ditumbuhkan di lingkungan pesantren.
Menkop UKM, Teten Masduki mengatakan, MoU tersebut sekaligus menjadi langkah nyata dari implementasi Peraturan Presiden (Perpres) No 2 Tahun 2022 Tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024.
"MoU ini diharapkan dapat menjadi langkah awal perwujudan dalam mendorong pertumbuhan rasio kewirausahaan," kata Teten usai penandatangan MoU tersebut, belum lama ini.
Baca Juga:Kemenag Gelar Imtihan Wathani untuk Siswa Diniyah Formal
Penciptaan wirausaha baru tersebut, kata dia, akan dilakukan melalui pendekatan inkubasi dengan program Kemenkop UKM. Nantinya, terkait pembiayaan dapat disinergikan dengan Kementerian BUMN.
"Selain itu ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang jumlahnya kita terus tambah dan LPDB-KUMKM yang bisa membantu pembiayaan dana bergulir lewat koperasi. Pihak perbankan juga diminta menaikkan pembiayaannya kepada UMKM hingga 30 persen di tahun 2024," jelasnya.
Upaya ini salah satu cara untuk mengejar target pertumbuhan rasio kewirausahaan hingga 3,95 persen pada 2024 mendatang. Kewirausahaan harus ditumbuhkan di lingkungan pesantren.
Menkop UKM, Teten Masduki mengatakan, MoU tersebut sekaligus menjadi langkah nyata dari implementasi Peraturan Presiden (Perpres) No 2 Tahun 2022 Tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024.
"MoU ini diharapkan dapat menjadi langkah awal perwujudan dalam mendorong pertumbuhan rasio kewirausahaan," kata Teten usai penandatangan MoU tersebut, belum lama ini.
Baca Juga:Kemenag Gelar Imtihan Wathani untuk Siswa Diniyah Formal
Penciptaan wirausaha baru tersebut, kata dia, akan dilakukan melalui pendekatan inkubasi dengan program Kemenkop UKM. Nantinya, terkait pembiayaan dapat disinergikan dengan Kementerian BUMN.
"Selain itu ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang jumlahnya kita terus tambah dan LPDB-KUMKM yang bisa membantu pembiayaan dana bergulir lewat koperasi. Pihak perbankan juga diminta menaikkan pembiayaannya kepada UMKM hingga 30 persen di tahun 2024," jelasnya.