Muhammad Ma Jian, Penerjemah Al-Qur'an ke Bahasa Mandarin
Muhajirin
Rabu, 23 Februari 2022 - 22:31 WIB
Muhammad Ma Jian (foto: istimewa)
Muhammad Ma Jian (1906-1978) merupakan mahasiswa muslim asal Cina yang pernah kuliah di Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir. Ia berangkat ke Mesir pada 1931 dan kembali ke Tiongkok pada 1939.
Hal pertama yang dilakukan Ma Jian saat pulang ke Tiongkok adalah menerjemahkan Al-Qur'an ke bahasa Mandarin. Selain dikenal sebagai aktor penyebar agama Islam di China pada abad ke-19, ia juga didaulat sebagai pembuka era baru pengajaran bahasa Arab.
Setelah berabad-abad Islam masuk ke semenanjung Tiongkok, pengajaran bahasa Arab bersifat ekslusif hanya untuk umat Islam saja. Namun berkat Ma Jian, bahasa Arab digemari masyarakat Tiongkok.
Banyak pelajar yang berbondong-bondong belajar bahasa Arab. Perguruan tinggi nonmuslim pun membuka pengajaran bahasa Arab dan mulai mengenal literatur Arab, termasuk melakukan kajian terhadap Al-Qur'an.
Jasa terbesar Ma Jian adalah menerjemahkan Al-Qur'an ke bahasa Mandarin. Ia merampungkan penerjemahan Al-Qur'an selama 12 tahun, dari 1957 sampai 1965. Terjemahannya disebut memiliki akurasi yang sangat baik. Bahkan, terjemahan itu kini menjadi rujukan lembaga akademik dan perguruan tinggi.
Pada 1981, Penerbit Ilmu Sosial China kembali menerbitkan terjemahan Al-Qur'an yang ditulis Ma Jian. Terjemahan itu menjadi versi resmi yang diterbitkan percetakan terbesar di Madina Raja Fahd Al-Qur'an Printing Press hingga kini.
Ma Jian juga menerjemahkan kitab klasik seperti Risalat al-Tawhid dan Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Dia menerjemahkan kitab itu saat masih kuliah di Al-Azhar.
Hal pertama yang dilakukan Ma Jian saat pulang ke Tiongkok adalah menerjemahkan Al-Qur'an ke bahasa Mandarin. Selain dikenal sebagai aktor penyebar agama Islam di China pada abad ke-19, ia juga didaulat sebagai pembuka era baru pengajaran bahasa Arab.
Setelah berabad-abad Islam masuk ke semenanjung Tiongkok, pengajaran bahasa Arab bersifat ekslusif hanya untuk umat Islam saja. Namun berkat Ma Jian, bahasa Arab digemari masyarakat Tiongkok.
Banyak pelajar yang berbondong-bondong belajar bahasa Arab. Perguruan tinggi nonmuslim pun membuka pengajaran bahasa Arab dan mulai mengenal literatur Arab, termasuk melakukan kajian terhadap Al-Qur'an.
Jasa terbesar Ma Jian adalah menerjemahkan Al-Qur'an ke bahasa Mandarin. Ia merampungkan penerjemahan Al-Qur'an selama 12 tahun, dari 1957 sampai 1965. Terjemahannya disebut memiliki akurasi yang sangat baik. Bahkan, terjemahan itu kini menjadi rujukan lembaga akademik dan perguruan tinggi.
Pada 1981, Penerbit Ilmu Sosial China kembali menerbitkan terjemahan Al-Qur'an yang ditulis Ma Jian. Terjemahan itu menjadi versi resmi yang diterbitkan percetakan terbesar di Madina Raja Fahd Al-Qur'an Printing Press hingga kini.
Ma Jian juga menerjemahkan kitab klasik seperti Risalat al-Tawhid dan Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Dia menerjemahkan kitab itu saat masih kuliah di Al-Azhar.