home edukasi & pesantren

Asal Muasal Adzan Melalui Mimpi Sahabat Nabi, Benarkah?

Kamis, 24 Februari 2022 - 19:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Asal-usul adzan sebagai tanda waktu shalat masuk harus diteropong menggunakan ilmu hadits. Ini agar umat Islam tidak salah dalam memahami kumandang lima kali sehari itu.

Satu hal yang harus dipahami, hadits tidak hanya berarti ucapan dan perbuatan baginda Nabi Muhammad SAW. Dalam ilmu hadits dijelaskan, hadits merupakan sesuatu yang diucapkan oleh nabi, dilakukan oleh beliau, dan dilakukan oleh sahabat lalu Rasulullah menyetujui.

"Semua satu paket. Ini harus dipahami. Biar pun mimpi atau bukan mimpi, tapi nabi menyetujui, maka itu satu paket," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, melalui kanal Al-Bahjah TV, dikutip Kamis (23/2/2022).

Ustadz Ahmad Zarkasih dalam bukunya Adzan, Hanya Sebagai Penanda Waktu Shalat? menyebutkan, ada beberapa riwayat yang menyebutkan adzan sebagai syariat untuk panggilan shalat berjamaah.

Namun, riwayat paling kuat adalah adzan pertama kali dikumandangkan di Madinah pada tahun pertama Hijriah. Pada tahun itu pula, Rasulullah membangun masjid yang kini dikenal Masjid Nabawi.

Tahun itu pula adzan disyariatkan. Itu berawal saat baginda nabi bermusyawarah dengan para sahabat tentang tindakan tepat yang bisa dilakukan sebagai penanda waktu shalat. Mengutip buku Sejarah Ibadah karya Syahruddin El-Fikri, ada beberapa usulan dari sahabat terkait hal itu.

Ada yang mengusulkan pengibaran bendera saat waktu shalat tiba. Forum tidak setuju dengan usulan itu, karena tidak dapat dilihat oleh orang tidur dan lalai. Lalu usulan kedua, ditiup terompet dan menyalakan api di bukit yang tinggi. Ada pula yang mengusulkan dibunyikan lonceng. Namun usulan itu ditolak oleh nabi karena menyerupai Yahudi dan Nasrani.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
adzan sirah sirah nabawiyah sejarah islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya