Platform Merdeka Mengajar Menciptakan Pembelajaran Kolaboratif
Muhajirin
Sabtu, 26 Februari 2022 - 13:00 WIB
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Yaswardi (foto: Kemendikbud Ristek)
Visi Merdeka Mengajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), ialah menciptakan ekosistem pembelajaran kolaboratif. Ini untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan iklim kerja yang positif.
Hal itu disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Yaswardi.
Ia mengungkapkan, di dalam Platform Merdeka Mengajar yang diluncurkan pada Merdeka Belajar Episode Kelima Belas, Jumat (11/2/2022) lalu, terdapat tiga fungsi utama, yaitu membantu guru untuk mengajar, belajar, dan berkarya.
“Di saat guru mengajar, lalu melakukan refleksi, guru itu akan mengukur sejauh mana capaian tugas mengajarnya. Apakah relatif tercapai atau tidak. Refleksi ini nantinya akan mengantarkan guru untuk belajar. Selanjutnya akan mewujudkan karya yang inovatif dan kreatif yang jelas sangat dibutuhkan oleh para siswa,” ujar Yaswardi, seperti dikutip Infopublik dalam rilis Kemendikbud Ristek di Jakarta, Jumat (25/2/2022).
Baca juga: Nadiem Klaim Kurikulum Prototipe Menyenangkan dan Merdekakan Guru
Pada Silaturahmi Merdeka Belajar pada Kamis (24/2) Yaswardi mengatakan, Kemendikbud Ristek menciptakan Platform Merdeka Mengajar ini bertujuan untuk mempermudah guru mengajar sesuai kemampuan murid, menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, serta berkarya untuk menginspirasi rekan sejawatnya.
Hal itu disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Yaswardi.
Ia mengungkapkan, di dalam Platform Merdeka Mengajar yang diluncurkan pada Merdeka Belajar Episode Kelima Belas, Jumat (11/2/2022) lalu, terdapat tiga fungsi utama, yaitu membantu guru untuk mengajar, belajar, dan berkarya.
“Di saat guru mengajar, lalu melakukan refleksi, guru itu akan mengukur sejauh mana capaian tugas mengajarnya. Apakah relatif tercapai atau tidak. Refleksi ini nantinya akan mengantarkan guru untuk belajar. Selanjutnya akan mewujudkan karya yang inovatif dan kreatif yang jelas sangat dibutuhkan oleh para siswa,” ujar Yaswardi, seperti dikutip Infopublik dalam rilis Kemendikbud Ristek di Jakarta, Jumat (25/2/2022).
Baca juga: Nadiem Klaim Kurikulum Prototipe Menyenangkan dan Merdekakan Guru
Pada Silaturahmi Merdeka Belajar pada Kamis (24/2) Yaswardi mengatakan, Kemendikbud Ristek menciptakan Platform Merdeka Mengajar ini bertujuan untuk mempermudah guru mengajar sesuai kemampuan murid, menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, serta berkarya untuk menginspirasi rekan sejawatnya.