Bagaimana Hukum Kesenian Pakai Ilmu Gaib? Ini Kata Ulama
Fajar adhitya
Ahad, 27 Februari 2022 - 10:08 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Islam adalah agama yang menghargai produk budaya seperti kesenian. Namun, kegiatan budaya harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan ketentuan syariat Islam.
Dalam sebuah kuliah ba’da Subuh virtual, KH Didin Hafidhuddin mendapat pertanyaan bagaimana pandangan Islam tentang kesenian yang menggunakan ilmu gaib. Bagaimana hukum seni tradisional seperti debus, kuda lumping, sepakbola api, dan sebagainya yang memakai tenaga dalam dan ilmu kebal.
KH Didin menjelaskan, ilmu magis merupakan bagian dari sihir dan masuk dalam kategori syirik. Keharaman mempelajari ilmu sihir tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 102 tentang syirik mempelajari dan menggunakan ilmu sihir.
Baca Juga:Daftar Makanan dan Minuman Favorit Rasulullah yang Baik untuk Kesehatan
“Mereka mempelajari sihir itu sesuatu yang mudarat dan tidak ada manfaatnya. Demikian pula yang lain, oleh karena itu segala macam bentuk sihir apa pun namanya harus ditinggalkan,” ujar KH Didin dalam kajian virtual yang disiarkan Kalam TV dilihat Ahad (27/2/2022).
KH Didin mengatakan, manusia yang mempelajari ilmu sihir akan jatuh dalam kesia-siaan. Energinya terkuras habis mendalami sesuatu yang tidak ada manfaatnya untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
“Mereka yang mempelajari ilmu sihir yang mudarat bagi mereka dan sama sekali tidak ada manfaat dalam kehidupan manusia. Lebih baik mempelajari pengetahuan yang bermanfaat,” tuturnya.
Dalam sebuah kuliah ba’da Subuh virtual, KH Didin Hafidhuddin mendapat pertanyaan bagaimana pandangan Islam tentang kesenian yang menggunakan ilmu gaib. Bagaimana hukum seni tradisional seperti debus, kuda lumping, sepakbola api, dan sebagainya yang memakai tenaga dalam dan ilmu kebal.
KH Didin menjelaskan, ilmu magis merupakan bagian dari sihir dan masuk dalam kategori syirik. Keharaman mempelajari ilmu sihir tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 102 tentang syirik mempelajari dan menggunakan ilmu sihir.
Baca Juga:Daftar Makanan dan Minuman Favorit Rasulullah yang Baik untuk Kesehatan
“Mereka mempelajari sihir itu sesuatu yang mudarat dan tidak ada manfaatnya. Demikian pula yang lain, oleh karena itu segala macam bentuk sihir apa pun namanya harus ditinggalkan,” ujar KH Didin dalam kajian virtual yang disiarkan Kalam TV dilihat Ahad (27/2/2022).
KH Didin mengatakan, manusia yang mempelajari ilmu sihir akan jatuh dalam kesia-siaan. Energinya terkuras habis mendalami sesuatu yang tidak ada manfaatnya untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
“Mereka yang mempelajari ilmu sihir yang mudarat bagi mereka dan sama sekali tidak ada manfaat dalam kehidupan manusia. Lebih baik mempelajari pengetahuan yang bermanfaat,” tuturnya.