LANGIT7.ID, Jakarta - Islam adalah agama yang menghargai produk budaya seperti kesenian. Namun, kegiatan budaya harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan ketentuan syariat Islam.
Dalam sebuah kuliah ba’da Subuh virtual, KH Didin Hafidhuddin mendapat pertanyaan bagaimana pandangan Islam tentang kesenian yang menggunakan ilmu gaib. Bagaimana hukum seni tradisional seperti debus, kuda lumping, sepakbola api, dan sebagainya yang memakai tenaga dalam dan ilmu kebal.
KH Didin menjelaskan, ilmu magis merupakan bagian dari sihir dan masuk dalam kategori syirik. Keharaman mempelajari ilmu sihir tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 102 tentang syirik mempelajari dan menggunakan ilmu sihir.
Baca Juga: Daftar Makanan dan Minuman Favorit Rasulullah yang Baik untuk Kesehatan“Mereka mempelajari sihir itu sesuatu yang mudarat dan tidak ada manfaatnya. Demikian pula yang lain, oleh karena itu segala macam bentuk sihir apa pun namanya harus ditinggalkan,” ujar KH Didin dalam kajian virtual yang disiarkan Kalam TV dilihat Ahad (27/2/2022).
KH Didin mengatakan, manusia yang mempelajari ilmu sihir akan jatuh dalam kesia-siaan. Energinya terkuras habis mendalami sesuatu yang tidak ada manfaatnya untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
“Mereka yang mempelajari ilmu sihir yang mudarat bagi mereka dan sama sekali tidak ada manfaat dalam kehidupan manusia. Lebih baik mempelajari pengetahuan yang bermanfaat,” tuturnya.
Baca Juga: Tafsir Surat As Shaff Ayat 6: Nabi Isa Beritahu Kerasulan Muhammad pada Bani IsrailSurat Al-Baqarah ayat 102:
وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۚ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ ۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖ ۗ وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰىهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۗ وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْ ۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Artinya: Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut.
Baca Juga: Kisah Lemah Lembut Rasulullah Memberi Makan Pengemis Yahudi Buta yang MembencinyaPadahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya.
Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.
Baca Juga: Kementerian Agama Tegaskan Tak Larang Speaker Masjid(zhd)