Kubah Biru: Simbol Penghormatan Uni Soviet Pada Emirat Bukhara
Fajar adhitya
Rabu, 02 Maret 2022 - 07:30 WIB
Kubahnya yang berwarna biru terang membuat Masjid Saint Petersburg dikenal sebagai Masjid Biru. Foto:Istimewa.
Kubahnya yang berwarna biru terang membuat Masjid Saint Petersburg dikenal sebagai Masjid Biru. Dibangun pada 1910-1913 pada sebuah wilayah dekat Troitskaya Square, tanahnya dibebaskan pada tahun 1907 oleh Amir Emirat Bukhara, Said Abd al-Ahad Khan.
Emirat Bukhara adalah keamiran terakhir dari Dinasti Uzbek Manghit yang eksis dari 1785 hingga 1920. Wilayahnya saat itu meliputi Uzbekistan, Tajikistan, Tukmenistan, dan Kazakhstan.
Keamiran ini menduduki wilayah antara Amu Darya dan sungai Sir Darya, dikenal sebelumnya sebagai Transoxiana. Wilayah utamanya adalah dataran rendah sepanjang Sungai Zarafshan, dan pusat-pusat perkotaan yang merupakan kota Samarkand dan ibu kotanya, Bukhara.
Baca Juga:Isra Mi’raj Mengandung Hikmah Luasnya Ilmu Allah
Inisiatif pembangunan masjid muncul pertama kalinya pada tahun 1882. Pemimpin tertinggi Muslim saat itu, Selim-Girei Tevkelev, mengajukan permintaan kepada Menteri Dalam Negeri, Count Tolstoy.
Baru pada 1906, Kementerian Dalam Negeri mengizinkan pembentukan komite khusus pembangunan masjid katedral di Saint Petersburg. Menteri membentuk komite khusus dipimpin Ahun Ataulla Bayazitov untuk mengumpulkan 750.000 rubel dalam waktu 10 tahun untuk pembangunan masjid.
Pada 3 Februari 1910, dilaksanakan upacara peletakan batu pertama oleh Ahun Bayazitov, dihadiri oleh tokoh pemerintah, agama dan sosial. Di antara mereka yang hadir adalah Mohammed Alim Khan, duta besar Kekaisaran Ottoman, dan Persia, dan Tevkelev, pemimpin partai Muslim di Duma.
Emirat Bukhara adalah keamiran terakhir dari Dinasti Uzbek Manghit yang eksis dari 1785 hingga 1920. Wilayahnya saat itu meliputi Uzbekistan, Tajikistan, Tukmenistan, dan Kazakhstan.
Keamiran ini menduduki wilayah antara Amu Darya dan sungai Sir Darya, dikenal sebelumnya sebagai Transoxiana. Wilayah utamanya adalah dataran rendah sepanjang Sungai Zarafshan, dan pusat-pusat perkotaan yang merupakan kota Samarkand dan ibu kotanya, Bukhara.
Baca Juga:Isra Mi’raj Mengandung Hikmah Luasnya Ilmu Allah
Inisiatif pembangunan masjid muncul pertama kalinya pada tahun 1882. Pemimpin tertinggi Muslim saat itu, Selim-Girei Tevkelev, mengajukan permintaan kepada Menteri Dalam Negeri, Count Tolstoy.
Baru pada 1906, Kementerian Dalam Negeri mengizinkan pembentukan komite khusus pembangunan masjid katedral di Saint Petersburg. Menteri membentuk komite khusus dipimpin Ahun Ataulla Bayazitov untuk mengumpulkan 750.000 rubel dalam waktu 10 tahun untuk pembangunan masjid.
Pada 3 Februari 1910, dilaksanakan upacara peletakan batu pertama oleh Ahun Bayazitov, dihadiri oleh tokoh pemerintah, agama dan sosial. Di antara mereka yang hadir adalah Mohammed Alim Khan, duta besar Kekaisaran Ottoman, dan Persia, dan Tevkelev, pemimpin partai Muslim di Duma.