INDEF: Meski Kecil, Dampak Perang Rusia-Ukraina Pengaruhi Ekonomi RI
Muhajirin
Rabu, 02 Maret 2022 - 22:30 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memprediksi konflik Rusia dan Ukraina, yang saat ini tengah berlangsung, memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurahman, dalam diskusi publik secara daring di Jakarta, Rabu, mengatakan hal tersebut terlihat dari perhitungan equivalent variation yang menunjukkan kesejahteraan rumah tangga, yang salah satunya dilihat dari sisi konsumsi.
"Ternyata Indonesia akan kehilangan angka kesejahteraan masyarakat sebesar 72 juta dolar AS karena konflik ini, berdasarkan hitungan kami menggunakan Global Trade Analysis Project (GTAP)," ucap Rizal, dikutip Antara (2/3/2022).
Meski demikian, dampak tersebut relatif kecil dibandingkan dengan perkiraan penurunan kesejahteraan masyarakat negara lain seperti negara-negara di Oseania yang akan kehilangan 82 juta dolar AS, Amerika Serikat 7,69 miliar dolar AS, dan Tiongkok 3,02 miliar dolar AS.
Baca juga: Ekonom INDEF Prediksi Indonesia Masuk Metaverse di Tahun 2045
Sementara untuk kedua negara yang sedang berkonflik, ia memperkirakan dampak terhadap kesejahteraan masyarakatnya akan lebih dalam lagi, seperti untuk Rusia sebesar 3,01 miliar dolar AS dan Ukraina 6,06 miliar dolar AS.
"Secara agregat kue ekonomi Indonesia juga akan terganggu melalui turunnya konsumsi rumah tangga akibat kenaikan berbagai harga dari komoditas strategis," tegasnya.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurahman, dalam diskusi publik secara daring di Jakarta, Rabu, mengatakan hal tersebut terlihat dari perhitungan equivalent variation yang menunjukkan kesejahteraan rumah tangga, yang salah satunya dilihat dari sisi konsumsi.
"Ternyata Indonesia akan kehilangan angka kesejahteraan masyarakat sebesar 72 juta dolar AS karena konflik ini, berdasarkan hitungan kami menggunakan Global Trade Analysis Project (GTAP)," ucap Rizal, dikutip Antara (2/3/2022).
Meski demikian, dampak tersebut relatif kecil dibandingkan dengan perkiraan penurunan kesejahteraan masyarakat negara lain seperti negara-negara di Oseania yang akan kehilangan 82 juta dolar AS, Amerika Serikat 7,69 miliar dolar AS, dan Tiongkok 3,02 miliar dolar AS.
Baca juga: Ekonom INDEF Prediksi Indonesia Masuk Metaverse di Tahun 2045
Sementara untuk kedua negara yang sedang berkonflik, ia memperkirakan dampak terhadap kesejahteraan masyarakatnya akan lebih dalam lagi, seperti untuk Rusia sebesar 3,01 miliar dolar AS dan Ukraina 6,06 miliar dolar AS.
"Secara agregat kue ekonomi Indonesia juga akan terganggu melalui turunnya konsumsi rumah tangga akibat kenaikan berbagai harga dari komoditas strategis," tegasnya.