Ledakan Bom di Masjid Pakistan Tewaskan 50 Jamaah Shalat Jumat
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 05 Maret 2022 - 08:34 WIB
Ilustrasi garis polisi di tempat kejadian perkara. Foto: iStock
Ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid di Kota Peshawar, Pakistan, menewaskan sedikitnya 50 korban jiwa dan puluhan lain luka-luka, Jumat (4/3/2022).
Ledakan tersebut terjadi di pasar Qissa Khawani yang pada saat orang-orang sedang salat Jumat. Menurut kepolisian dan pejabat rumah sakit setempat, korban tewas diperkirakan meningkat karena banyak korban luka dalam kondisi kritis.
Baca juga: Video Klip Bom Nuklir Nasida Ria 'Ber-Subtitle' Bahasa Rusia, Pesan Damai untuk Putin?
Pihak berwenang belum mengkonfirmasi siapa yang mungkin berada di balik serangan itu, dan tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.
Namun, baik Daesh maupun Taliban Pakistan telah melakukan serangan serupa terhadap kelompok minoritas di masa lalu.
“Itu adalah ledakan bunuh diri, yang menewaskan 50 orang,” Haroon Rashid, inspektur senior polisi, mengatakan kepada Arab News, seperti dikutip Sabtu (4/3/2022).
Muhammad Asim, juru bicara di Rumah Sakit Lady Readying, fasilitas medis terbesar di Peshawar, mengatakan setidaknya 60 orang terluka.
Ledakan tersebut terjadi di pasar Qissa Khawani yang pada saat orang-orang sedang salat Jumat. Menurut kepolisian dan pejabat rumah sakit setempat, korban tewas diperkirakan meningkat karena banyak korban luka dalam kondisi kritis.
Baca juga: Video Klip Bom Nuklir Nasida Ria 'Ber-Subtitle' Bahasa Rusia, Pesan Damai untuk Putin?
Pihak berwenang belum mengkonfirmasi siapa yang mungkin berada di balik serangan itu, dan tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.
Namun, baik Daesh maupun Taliban Pakistan telah melakukan serangan serupa terhadap kelompok minoritas di masa lalu.
“Itu adalah ledakan bunuh diri, yang menewaskan 50 orang,” Haroon Rashid, inspektur senior polisi, mengatakan kepada Arab News, seperti dikutip Sabtu (4/3/2022).
Muhammad Asim, juru bicara di Rumah Sakit Lady Readying, fasilitas medis terbesar di Peshawar, mengatakan setidaknya 60 orang terluka.