Lentera Bumi Nusantara, Tempat Belajar Energi Terbarukan di Pesisir Tasikmalaya
Muhajirin
Senin, 07 Maret 2022 - 12:15 WIB
Para mahasiswa dan pemuda yang belajar di Lentera Bumi Nusantara, Ciheras, Tasikmalaya (foto: lenterabumi.com)
LenteraBumi Nusantara merupakan karya bakti Ricky Elson bersama segelintir anak muda di Ciheras, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ricky berangkat dari 3 permasalahan besar yang tengah dihadapi umat manusia saat ini yakni ketersediaan air bersih, masalah pangan, dan masalah energi.
“Ini menjadi latar belakang kuat bagi saya ingin berbuat sesuatu bagi Indonesia. Dengan harapan saya bisa ikut andil dalam memperjuangkan kedaulatan energi di Indonesia,” kata Ricky dalam sebuah video yang dibagikan Imago komunika, melalui kanal YouTube, dikutip Senin (7/3/2022).
LBN awalnya bernama Lentera Angin Nusantara (LAN), didirikan pada 2012 silam dan telah melakukan kegiatan-kegiatan yang berfokus pada 3 hal. Pertama, penelitian dan pengembangan teknologi pemanfaatan energi baru dan terbarukan, khususnya energi angin, yang terutama ditujukan untuk daerah tak berlistrik di pelosok nusantara.
Baca juga: Kolaborasi Relawan Gelar Aksi Medis dan Distribusi Logistik bagi Korban Bencana Pandeglang
Kedua, transfer teknologi pada akademisi muda dari berbagai universitas di seluruh Indonesia melalui program kuliah praktek mahasiswa. Ketiga, pengenalan sejak dini tentang pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan seperti angin dan surya pada siswa SD, SMP, dan SMA.
Salah satu karya nyata Ricky melalui LBN adalah kincir angin sebagai pembagkit tenaga listrik. Melalui kincir itu, ia ingin mengurangi ketergantungan masyarakat pada energi fosil lalu memanfaatkan sumber energi baru terbarukan.
“Kita melakukan pemasangan kincir angin mulai 2013 ke 2014, sosialisasi, dan berbagai jalan perjuangan gang kita lakukan bersama-sama. Alhamdulillah, kincir angin yang kita pasang di Pulau Sumba berjalan dengan baik,” kata Ricky.
“Ini menjadi latar belakang kuat bagi saya ingin berbuat sesuatu bagi Indonesia. Dengan harapan saya bisa ikut andil dalam memperjuangkan kedaulatan energi di Indonesia,” kata Ricky dalam sebuah video yang dibagikan Imago komunika, melalui kanal YouTube, dikutip Senin (7/3/2022).
LBN awalnya bernama Lentera Angin Nusantara (LAN), didirikan pada 2012 silam dan telah melakukan kegiatan-kegiatan yang berfokus pada 3 hal. Pertama, penelitian dan pengembangan teknologi pemanfaatan energi baru dan terbarukan, khususnya energi angin, yang terutama ditujukan untuk daerah tak berlistrik di pelosok nusantara.
Baca juga: Kolaborasi Relawan Gelar Aksi Medis dan Distribusi Logistik bagi Korban Bencana Pandeglang
Kedua, transfer teknologi pada akademisi muda dari berbagai universitas di seluruh Indonesia melalui program kuliah praktek mahasiswa. Ketiga, pengenalan sejak dini tentang pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan seperti angin dan surya pada siswa SD, SMP, dan SMA.
Salah satu karya nyata Ricky melalui LBN adalah kincir angin sebagai pembagkit tenaga listrik. Melalui kincir itu, ia ingin mengurangi ketergantungan masyarakat pada energi fosil lalu memanfaatkan sumber energi baru terbarukan.
“Kita melakukan pemasangan kincir angin mulai 2013 ke 2014, sosialisasi, dan berbagai jalan perjuangan gang kita lakukan bersama-sama. Alhamdulillah, kincir angin yang kita pasang di Pulau Sumba berjalan dengan baik,” kata Ricky.