Antara Israel, Yahudi dan Ukraina
Muhajirin
Selasa, 08 Maret 2022 - 14:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Israel menjadi salah satu negara yang memberikan dukungan kepada Ukraina. Baru-baru ini, Israel menegaskan akan memberikan dukungan kepastian dalam menyikapi perang Rusia-Ukraina.
Israel mengklaim memberikan dukungan atas dasar kemanusiaan untuk Ukraina. “Jika keadaan tenang dalam beberapa hari ke depan dan menuju dialog, Israel akan mempertahankan pendekatannya saat ini dukungan kemanusiaan untuk Ukraina,” kata pihak pemerintah Israel yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip dari Times of Israel.
Baca juga: Siapa yang Pertama Kali Membangun Masjidil Aqsha?
Sebaliknya, jika Rusia masih terus meningkatkan serangan ke Ukraina Israel akan bergabung dengan negara barat untuk memberikan sanksi kepada Rusia. “Jika situasi terus meningkat dan Putin memperdalam invasi dan korban serta pembunuhan meningkat, Israel akan terpaksa bergabung dengan upaya Barat untuk menjatuhkan sanksi,” katanya.
Di sisi lain, Israel juga telah menyambut orang-orang Ukraina Yahudi yang telah meninggalkan negara itu, tetapi menolak melakukan hal yang sama bagi para pengungsi non-Yahudi. Orang Ukraina non-Yahudi yang telah tiba di Israel harus membayar biaya 3.050 dolar untuk tetap tinggal sementara.
Dukungan Israel kepada Ukraina sangat wajar, sebab Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky merupakan keturunan Yahudi dari ayahnya Oleksandr Zelensky. Ia sempat membuat kontroversi perihal cuitannya di Twitter yang berbelasungkawa atas serangan di Israel. Pernyataan Zelensky yang dicuit pada Mei 2021 lalu mencuat kembali saat Ukraina mengalami serangan bertubi-tubi dari Rusia.
Baca juga: Kaukasus Hingga Volga: Gerbang Islam Masuk Rusia
Israel mengklaim memberikan dukungan atas dasar kemanusiaan untuk Ukraina. “Jika keadaan tenang dalam beberapa hari ke depan dan menuju dialog, Israel akan mempertahankan pendekatannya saat ini dukungan kemanusiaan untuk Ukraina,” kata pihak pemerintah Israel yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip dari Times of Israel.
Baca juga: Siapa yang Pertama Kali Membangun Masjidil Aqsha?
Sebaliknya, jika Rusia masih terus meningkatkan serangan ke Ukraina Israel akan bergabung dengan negara barat untuk memberikan sanksi kepada Rusia. “Jika situasi terus meningkat dan Putin memperdalam invasi dan korban serta pembunuhan meningkat, Israel akan terpaksa bergabung dengan upaya Barat untuk menjatuhkan sanksi,” katanya.
Di sisi lain, Israel juga telah menyambut orang-orang Ukraina Yahudi yang telah meninggalkan negara itu, tetapi menolak melakukan hal yang sama bagi para pengungsi non-Yahudi. Orang Ukraina non-Yahudi yang telah tiba di Israel harus membayar biaya 3.050 dolar untuk tetap tinggal sementara.
Dukungan Israel kepada Ukraina sangat wajar, sebab Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky merupakan keturunan Yahudi dari ayahnya Oleksandr Zelensky. Ia sempat membuat kontroversi perihal cuitannya di Twitter yang berbelasungkawa atas serangan di Israel. Pernyataan Zelensky yang dicuit pada Mei 2021 lalu mencuat kembali saat Ukraina mengalami serangan bertubi-tubi dari Rusia.
Baca juga: Kaukasus Hingga Volga: Gerbang Islam Masuk Rusia