LANGIT7.ID-, Den Haag - - Stasiun penyiaran
Belanda,
AVOTROS, menyatakan mundur dari kompetisi musik internasional,
Eurovision. Belanda menjadi negara terbaru yang mengumumkan boikot untuk penyelenggaraan Eurovision 2027.
Selain Belanda, penyiar dari Islandia, Irlandia, Slovenia, dan Spanyol juga menolak ikut dalam Eurovision tahun ini karena
Israel tetap diizinkan berpartisipasi.
Ini menjadi tahun kedua secara berturut-turut Belanda tidak berpartisipasi di ajang tersebut.
Baca juga: Rare Beauty Milik Selena Gomez Resmi Masuk Pasar Israel, Publik Siap BoikotDilansir dari
AP, Selasa (25/8/2026), AVROTROS menilai Eurovision tidak lagi menjadi ajang yang netral karena salah satu negara peserta masih terlibat dalam konflik militer berskala besar.
“
Eurovision Song Contest telah menjadi platform untuk perpecahan,” kata Direktur Jenderal AVROTROS Taco Zimmerman.
Meski tidak menyebut Israel secara langsung, namun AVOTROS menyatakan penderitaan kemanusiaan di Gaza serta pembatasan kebebasan pers telah meningkatkan perpecahan di sekitar Eurovision dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, AVROTROS juga meminta
European Broadcasting Union (EBU), organisasi yang mengelola Eurovision, membuat aturan yang lebih jelas mengenai keikutsertaan negara yang sedang terlibat dalam
konflik militer.
Menurut AVROTROS, perubahan aturan yang baru diumumkan EBU belum cukup untuk memastikan kembali sifat Eurovision yang independen dan netral.
Direktur Eurovision Martin Green mengatakan pihaknya menyesalkan keputusan Belanda, tetapi menghormati pandangan para penyiar anggotanya.
Baca juga: Negara Uni Eropa Ramai-ramai Boikot Perdagangan Produk Asal Pemukiman Ilegal Israel“Eurovision Song Contest selalu menjadi tempat untuk mempertemukan orang-orang, merayakan keberagaman, dan menunjukkan bahwa dunia yang lebih baik tetap mungkin terjadi bahkan di masa yang sulit,” kata Green.
EBU kini akan berdialog dengan NPO, organisasi yang menaungi media publik Belanda, mengenai kemungkinan penyiar lain menggantikan AVROTROS dalam Eurovision 2027.
NPO mengakui bahwa ketegangan geopolitik telah menimbulkan perpecahan. Organisasi itu mengatakan belum menentukan langkah selanjutnya dan masih membahas keputusan tersebut.
Eurovision pertama kali digelar pada 1956, salah satunya dengan tujuan mempererat hubungan negara-negara Eropa setelah Perang Dunia II. Ajang ini mempertemukan penyanyi dari berbagai negara untuk memperebutkan gelar juara musik Eropa.
Diketahui, Israel telah mengikuti Eurovision sejak 1973 dan menjadi salah satu dari sedikit negara non-Eropa yang ikut dalam kompetisi tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah penyanyi dan negara peserta telah menyerukan agar Israel dikeluarkan dari Eurovision.
(est)