LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar sejarah Islam, Ustadz Asep Sobari, menyebut Islam sudah masuk ke wilayah Rusia sejak abad pertama Hijriah. Itu ditandai dengan penaklukan Persia oleh kaum muslim pada masa Khulafaur Rasyidin.
Situs Islam di Rusia memang susah ditemukan saat ini. Namun, keberadaan umat Islam di Rusia merupakan khazanah sejarah yang lebih pasti dan kuat. Islam sudah masuk ke wilayah federasi Rusia saat ini pada abad-abad pertama Hijriah.
“Uni Soviet pecah dan beberapa negara memisahkan diri, dan banyak pula yang berada di bawah federasi Rusia. Jadi, kalau kita berbicara tentang Rusia hari ini berarti fokus pada federasi tersebut. Artinya, peta yang sekarang. Sebab, Ukraina tidak dimasukkan ke Bagian Rusia, padahal saat masih Uni Soviet, Ukraina masih satu,” kata Asep dalam
Podcast SCI, Selasa (8/3/2022).
Untuk melacak jejak Islam di Rusia, mesti dibatasi kawasan Rusia Bagian Kaukasus hingga Colga. Sebab, daerah Uzbekistan dan Azerbaijan sudah berada di bawah kekuasaan Islam sejak abad pertama Hijriah.
Baca juga: Situasi dan Tantangan Lembaga Pendidikan Islam di Rusia“Hal pasti Islam sudah masuk ke wilayah Kaukasus sejak abad pertama Hijriah, bahkan sejak masa Umar bin Khattab. Sebab, kuncinya kan Persia. Saat Persia dikuasai Kaum Muslimin, maka otomatis terbuka. Dari Persia dan Syam. Begitu Persia dan Syam dikuasai kaum muslimin pada zaman Umar bin Khattab, otomatis daerah atas terbuka,” ucap Asep.
Saat Persia dan Syam jatuh ke tangan umat Islam, maka ada tiga jalur yang terbuka ke wilayah Rusia saat ini. Jalur pertama melalui Asia kecil, sekarang Turki. Daerah ini pada abad pertama masih di bawah Romawi.
Kedua, jalur yang masuk ke Kaukasus. Daerah itu sudah berdekatan dengan Iran. Itu menyebabkan umat Islam tidak terhalang untuk masuk ke wilayah Georgia, Armenia, dan Azerbaijan.
“Azerbaijan itu sudah dikuasai sejak zaman Umar bin Khattab. Bahkan, sudah ada pemerintahan yakni gubernur muslim yang memerintah di daerah itu. Gubernur pertama di Azerbaijan adalah Mughirah bin Syu’bah,” kata Asep.
Mughirah bin Syu’ban tidak lama menjadi gubernur di Azerbaijan. Umar bin Khattab menempatkan Khudzaifah Ibn Yaman, salah seorang sahabat nabi pengganti Mughirah. Itu terjadi sekitar 20-an H.
Secara militer dan politik, umat Islam memang berhenti di Azerbaijan, namun ada hubungan sosial-ekonomi antara umat Islam dengan kerajaan Rusia pra-Uni Soviet pada abad pertama hijriah.
Baca juga: Wawancara Pakar: Umat Jangan Terpancing Sentimen Islam di Konflik Rusia-Ukraina“Mereka sudah punya hubungan ekonomi-sosial. Meski, pada zaman Umar bin Khattab berhenti di daerah Azerbaijan. Namun, peta Azerbaijan pada masa itu lebih luas dari Azerbaijan sekarang,” kata Asep.
Ketiga, Islam masuk dari arah Uzbekistan. Untuk masuk ke Rusia tidak hanya melalui Azerbaijan di utara, tapi bisa masuk dari arah timur yakni Kasvia yakni Uzbekistan. Saat persia takluk, umat Islam tinggal menyeberang sungai untuk masuk ke wilayah Uzbekistan. Masuk ke wilayah ini bisa dari dua arah, bukan cuma dari Iran dan Irak tapi juga dari Khurasan.
“Khurasan merupakan daerah yang beririsan dengan Iran, Afganistan, Turkistan, dan Turkmenistan. Dari situ, umat Islam masuk ke Uzbekistan. Di sini ada dua sosok yang penting dari Bani Umayyah yang berperang melalui Asia Kecil yakni Maslamah bin Abdul Malik dan Khutaibah bin Muslim,” tutur Asep.
Khutaibah bin Muslim sudah sampai ke Uzbekistan, bahkan ke Tashkent, Samarkand, Bukhara, dan Khorezm. Dari daerah itu ke utara sudah langsung masuk Rusia. Pada masa itu, daerah yang paling ramai ditempati penduduk adalah sepanjang Sungai Volga.
Ketika pasukan muslim sampai ke Uzbekistan dan Khorezm, secara sosial-ekonomi sudah pasti terhubung dengan kawasan atas yakni Rusia. Lagi pula daerah Uzbekistan merupakan jalur sutra yang menghubungkan antara Eropa, Persia, Asia Tengah, sampai ke China. Itu menandakan sudah ada hubungan sosial-ekonomi di daerah itu.
“Sejak abad pertama, sangat mungkin sudah ada yang masuk ke Rusia. Sebab, terhubung secara sosial-ekonomi. Sebab, wilayah-wilayah di sebelah barat dan utara Rusia sudah dikuasai umat Islam seperti Uzbekistan dan Azerbaijan. Jadi, sangat mungkin Islam sudah masuk ke Rusia pada abad pertama,” kata Asep.
Islam di Rusia pada Abad Ke-4 HAsep menyebut ada kekosongan literasi sejarah antara abad pertama H hingga abad ke-5 H. Namun tiba-tiba pada abad ke-4 H atau sekitar tahun 300-an berdiri kerajaan Islam di sekitar Sungai Volga.
Itu diketahui melalui catatan perjalanan Ahmad Ibnu Fadlan, salah satu delegasi Bani Abbasiyah ke kerajaan Islam. Raja Islam dari kerajaan itu mengirim surat ke Bani Abbasiyah meminta delegasi terdiri dari ulama, ahli arsitek, dan ahli pertanian. Sang raja meminta delegasi dari Baghdad untuk mengajari umat Islam di daerah tersebut.
Baca juga: Berkat Islam, Indonesia dan Rusia Bisa Jalin Hubungan Baik“Artinya, tegaknya kerajaan Islam membutuhkan proses lama. Tidak mungkin umat Islam masuk langsung jadi raja, pasti ada proses. Tapi memang dari abad pertama sampai abad keempat tidak tercatat,” kata Asep.
Ahmad Ibnu Fadlan membuat catatan pada tahun 300-an H. Manuskrip catatan tersebut baru ditemukan pada abad ke-20 M.
“Nah, Bulgaria dari Kerajaan Islam itu punya hubungan baik dengan Kerajaan Rusia atau penguasa Rusia. Hal menarik lagi, penguasa Rusia waktu itu berada di Kiev, Ibukota Ukraina. Jadi sudah ada hubungan, yang mengirim dai-dai dari Bulgaria ke Kiev. Artinya, hubungan horizontal antar masyarakat itu sudah ada hubungan,” ucap Asep.
Dalam sejarah Rusia, saat hendak memutuskan agama resmi, kerajaan Rusia mengirim delegasi ke dua Wilayah, yakni wilayah Islam dan Nasrani. Kerajaan Rusia lebih memilih Kristen Ortodoks karena Mereka Mendapat jamuan istimewa dari Konstantinopel.
Baca juga: Ar-Rahiqul Makhtum, Rekomendasi Sirah Nabawiyah Terbaik untuk Pemula“Namun yang terpenting, ada hubungan antara kerajaan Islam di Rusia yang berpusat di Bulgaria pada masa itu, dalam geografi kita yang disebut Shaqalibah atau Slovakia,” ucap Asep.
Dari tahun 300-an H itu, literatur tentang sejarah Islam juga hilang sampai Bangsa Mongol pada abad ke-7. Mongol masuk melalui Uzbekistan, lalu masuk ke Iran hingga Baghdad. Bangsa Mongol menyebarkan Islam sampai ke Krimea.
“Dari mongol itulah menyebarkan Islam sampai ke Kremian. Jadi, Kremea yang sekarang diambil oleh Rusia itu dulu adalah wilayah Islam. Artinya, Islam sudah masuk ke wilayah Rusia sudah sangat lama sekali,” tutur Asep.
(jqf)