Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Wawancara Pakar: Umat Jangan Terpancing Sentimen Islam di Konflik Rusia-Ukraina

Muhajirin Selasa, 01 Maret 2022 - 17:45 WIB
Wawancara Pakar: Umat Jangan Terpancing Sentimen Islam di Konflik Rusia-Ukraina
Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov (tengah) memerintahkan tentara muslim Chechnya bergabung dengan tentara Rusia menginvasi Ukraina (foto: tylaz.net)
LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam sepekan terakhir, perhatian publik dunia tertuju pada invasi Rusia ke Ukraina. Berbagai negara telah menyatakan sikapnya. Tak terkecuali Indonesia meminta agar jangan sampai terjadi perang yang bisa merugikan banyak pihak. Kendati demikian, sikap banyak negara termasuk upaya diplomatik di PBB maupun antar kedua negara masih belum menemukan titik terang.

Jika konflik Rusia-Ukraina terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan dampaknya akan terus meluas ke berbagai negara di dunia. Termasuk ke negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia.

Selain itu, baik Rusia dan Ukraina terbukti telah menggunakan sentimen Islam untuk mendapat dukungan dari negara-negara muslim. Salah satunya dengan menyebarluaskan bergabungnya tentara muslim dalam militer mereka.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia sekaligus Redaktur Kantor Berita Anadolu, Pizaro Gozali Idrus, menekankan agar negara muslim dan umat Islam bersikap waspada supaya tidak terjebak dalam pusaran konflik yang justru dapat merugikan umat Islam. Berikut kutipan wawancaranya dengan LANGIT7.ID:

Bagaimana dampak konflik Rusia dan Ukraina untuk umat Islam di Rusia dan Ukraina maupun di negara-negara lain?

Umat Islam di kedua negara rentan dimanfaatkan untuk kepentingan politik dalam perang Ukraina dan Rusia. Dalam kasus terbaru, kita bisa melihat bagaimana Ramzan Kadyrov mengorganisir muslim Chechnya melawan Ukraina. Kadyrov adalah seorang politisi, bukan ideolog. Dia akan melakukan apa saja untuk melayani kepentingan Putin yang berjasa membawanya menjadi Presiden Republik Chechnya tahun 2007.

Baca Juga: Sarat Kepentingan Politik, Umat Islam Jangan Terjebak di Konflik Rusia-Ukraina

Jadi umat Islam tidak boleh terjebak melihat peristiwa ini dan harus jernih memandang masalah konflik Ukraina-Rusia. Karena banyak Muslim di Tanah Air umumnya hanya mengandalkan Medsos yang banyak tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

Mufti Krimea Aider Rustemov pekan lalu sudah meminta tentara Muslim dari etnis Caucasus Tatarstan and Bashkortostan yang bertugas di militer Rusia untuk meninggalkan unit mereka, karena takut mereka akan dipaksa untuk berperang melawan saudara-saudara Muslim mereka di Ukraina. Jadi perang ini rentan mengadu domba sentimen Muslim yang dapat memecah belah kesatuan umat Muslim di Rusia dan Ukraina.

"Jadi perang ini rentan mengadu domba sentimen Muslim yang dapat memecah belah kesatuan umat Muslim di Rusia dan Ukraina." - Dosen Hubungan Internasional, Universitas Al-Azhar Indonesia, Pizaro Gozali Idrus

Jumlah muslim di Ukraina sendiri ada 400.000, yang mayoritas berasal dari Muslim Tatar. Pada 2014, saat Krimea dianeksasi Rusia, puluhan ribu dari Muslim Tatar harus mengungsi dari rumah mereka

Bagaimana dampaknya terhadap negara-negara muslim? termasuk Indonesia.

Negara-negara Muslim sejauh ini tidak terlibat langsung dengan perang Rusia dan Ukraina. Namun jika perang ini berkelanjutan, situasinya bisa berdampak ke negara-negara Muslim. Saya menganalisanya dalam dua implikasi.

Pertama implikasi langsung, kedua implikasi lanjutan. Implikasi langsung bisa terjadi kepada negara-negara mayoritas Muslim yang berdekatan dengan Rusia. Sebagai contoh Turki. Negara ini sebenarnya sudah menanggung beban yang melebihi kapasitas akibat perang Suriah.

Ada 4 juta pengungsi Suriah di Turki. Namun jika harus menanggung beban pengungsi Ukraina, beban Turki akan semakin berat. Karena PBB sudah menyatakan, dampak perang Rusia dapat mengusir sekitar 4 juta warga Ukraina. Dan gelombang pengungsi Ukraina ini mulai tiba dari Turki lewat jalur Moldova.

Implikasi langsung lainnya dapat terjadi terhadap negara-negara mayoritas Muslim di Balkan. Kita mengetahui Putin dalam pidatonya mengatakan dia tidak akan berhenti di Ukraina. Dan target sasaran invasi berikutnya yang paling empuk adalah negara-negara Balkan. Jika kondisi, ini terus berlangsung, maka negara-negara mayoritas muslim Balkan seperti Albania, Bosnia-Herzegovina dan Kosovo, rentan menghadapi situasi kekerasan. Karena mengetahui posisinya yang rentan itulah, negara-negara Balkan ini sedang menunggu aksesi ke Uni Eropa. Dan kita tahu standpoint UE terhadap Rusia itu seperti apa.

Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina Berikan Dampak Negatif Pasar Keuangan Indonesia

Kedua, implikasi lanjutannya. Kita tahu efek perang Rusia ini akan berdampak langsung ke kawasan. Kawasan paling dekat adalah Timur Tengah. dan bila eskalasi Rusia dan Ukraina makin meningkat, maka bola api itu akan menjalar ke Timteng. Kita tahu disitu ada Suriah, sekutu Putin, yang akan mendapat angin dari konsentrasi dunia yang ke Rusia. Negosiasi Assad dan Oposisi masih deadlock. Jika ada zona damai pun di Suriah utara, serangan masih terus dilakukan Assad dan Rusia. Lalu ada Houthi dan Saudi. Iran dan Saudi. Negosiasi Iran dengan AS soal perjanjian nuklir sejak 2015 pun kini masih deadlock. Kedua pihak gagal mencari titik temu. Dengan krisis tata kelola internasional yang terjadi sekarang, kita khawatir langkah-langkah perang bisa diambil masing-masing negara dalam menyelesaikan masalah.

Begitu juga dengan China dan Taiwan. China saat ini masih memantau perkembangan di Ukraina. Mereka akan memanfaatkan kondisi ini untuk menginvasi Taiwan. Dan eskalasinya bisa menjalar ke Laut China Selatan yang berada di depan mata Indonesia. Tidak ada yang bisa diandalkan Indonesia selain diri sendiri. Karena ASEAN sendiri gagal menjadi blok yang solid dalam menyelesaikan konflik. Kita gagal menyelesaikan krisis rohingya, Myanmar dll. Kenapa? karena ASEAN sudah terbelah, negara-negara Indocina (Thai, Kamboja, Laos) secara umum berkiblat ke China, yang juga sekutu Rusia. Kita bisa melihat pasca kudeta 1 Februari tahun lalu, Myanmar terus menghadapi gejolak. Sanksi barat dan ASEAN,tidak mempan untuk menghentikan junta militer karena dia dibackup Rusia dan Cina

Imbas konflik Rusia dan Ukraina juga berdampak bagi pasokan gandum untuk Indonesia. Karena Ukraina adalah eksportir gandum terbesar ke Indonesia sebesar kurang lebih 23 persen. Artinya, Indonesia harus mencari alternatif pasokan gandum untuk mengatasi kenaikan harga pangan.

Rusia mengajak Ramzan Kadyrov dan Chechnya terlibat dalam perang, adakah maksud dibaliknya? Bagaimana pengaruhnya terhadap umat Islam?

Kalau saya tidak aneh melihat pengerahan pasukan Ramzan ke Ukraina, karena jangankan Ukraina, di dalam negeri Rusia pun Kadyrov, sudah banyak terlibat membantu Rusia melawan kelompok Muslim Chechnya pada tahun 2000an. Karena itu Kadyrov, Civil society, telah lama menuding Kadyrov terlibat pelanggaran HAM, bahkan korupsi di tubuh pemerintah Chechnya.

Di Chechnya, setiap orang yang mendapat upah harus membayar pajak tidak resmi yang ditujukan ke dana publik yang dikendalikan oleh Ramzan Kadyrov. Dana ini disebut Dana Publik Regional Akhmad Kadyrov. Menurut data Transparency International pada 2019, telah terkumpul dana sekitar USD648 hingga USD864 juta, yang mewakili dua pertiga dari anggaran Chechnya. Terlepas dana ini kemudian digunakan untuk membangun masjid dan dana sosial, dana-dana ini juga diduga mengalir ke kantong pribadi Kadyrov.

Terkait mobilisasi tentara, Kadyrov juga sebelumnya memobilisasi pasukan Chechnya ke Georgia saat Rusia perang melawan negara itu tahun 2008. Tahun 2012, juga sama. Tahun 2014, Kadyrov pun membawa pasukannya membantu Rusia menganeksasi Krimea, padahal Krimea adalah rumah bagi Muslim Tatar. Tatar merupakan sekitar 12 persen dari populasi Krimea dan ratusan ribu Muslim Tatar sekarang tinggal di Ukraina, termasuk sekitar 100.000 di ibu kota Kyiv. Manuver Kadyrov memang membawa sesama Muslim saling bunuh. Dan dia tidak layak dianggap pejuang.

Lalu harus diarahkan kemana perhatian umat Islam?

Hal yang lebih penting, jika menyangkut konflik, jangan lupa dengan penjajahan Israel atas Palestina. Situasi di Palestina terus rentan, tapi perhatian dunia tidak sebesar Ukraina. Dan Israel saat ini mencoba menjadi pahlawan untuk menawarkan diri jadi mediator, padahal Israel juga berdiri di atas invasi terhadap bangsa Palestina.

Baca Juga: Israel Serang Peringatan Isra Miraj di Masjid Al-Aqsa

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)