Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

Sarat Kepentingan Politik, Umat Islam Jangan Terjebak di Konflik Rusia-Ukraina

Muhajirin Senin, 28 Februari 2022 - 21:08 WIB
Sarat Kepentingan Politik, Umat Islam Jangan Terjebak di Konflik Rusia-Ukraina
Tentara Ukraina di perbatasan (foto: BBC)
LANGIT7.ID, Jakarta - Dosen Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia, Pizaro Gozali Idrus, menilai umat Islam di Rusia dan Ukraina rentan dimanfaatkan untuk kepentingan politik dalam perang di negara tersebut.

Hal ini bisa dilihat saat Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov, mengorganisir muslim Chechnya melawan Ukraina. Kadyrov adalah seorang politisi, bukan ideolog. Dia akan melakukan apa saja untuk melayani kepentingan Putin karena telah berjasa membawanya menjadi Presiden Republik Chechnya pada 2007.

"Jadi, umat Islam tidak boleh terjebak melihat peristiwa ini dan harus jernih memandang masalah konflik Ukraina-Rusia. Karena banyak Muslim di Tanah Air umumnya hanya mengandalkan medsos yang banyak tidak sesuai dengan realitas di lapangan," kata Pizaro kepada LANGIT7.ID, Senin (28/2/2022).

Mufti Krimea Aider Rustemov sudah meminta tentara muslim yang bertugas di tentara Rusia (Kaukasus, Tatarstan and Bashkortostan) untuk meninggalkan unit mereka. Ia takut mereka dipaksa berperang melawan saudara muslim di Ukraina.

"Jadi perang ini rentan mengadu domba sentimen Muslim yang dapat memecah belah kesatuan umat Muslim di Rusia dan Ukraina," Ucap Pizaro.

Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Tim Indonesia Batal ke Polandia

Jumlah muslim di Ukraina ada 400.000 orang. Mayoritas mereka berasal dari Muslim Tatar. Pada 2014, saat Krimea dianeksasi Rusia, puluhan ribu dari Muslim Tatar harus mengungsi dari rumah mereka.

Pizaro menjelaskan, negara-negara muslim saat ini tidak terlibat langsung dalam perang Rusia dan Ukraina. Namun jika perang ini berkelanjutan, situasi perang itu akan berdampak ke negara-negara muslim.

Pizaro menganalisis ada dua implikasi dampak tersebut yakni implikasi langsung dan implikasi lanjutan.

Implikasi Langsung

Implikasi langsung bisa terjadi kepada negara-negara mayoritas muslim yang berdekatan dengan Rusia, seperti Turki. Negara ini sebenarnya sudah menanggung beban yang melebihi kapasitas akibat perang Suriah. Ada 4 juta pengungsi Suriah di Turki. Namun, jika harus menanggung beban pengungsi Ukraina, beban Turki akan semakin berat.

"Karena PBB sudah menyatakan, dampak perang Rusia dapat mengusir sekitar 4 juta warga Ukraina. Dan gelombang pengungsi Ukraina ini mulai tiba dari Turki lewat jalur Moldova," ucap Pizaro.

Implikasi langsung lainnya dapat terjadi terhadap negara-negara mayoritas muslim di Balkan. Ini karena Putin saat berpidato mengatakan tidak akan berhenti di Ukraina. Target empuk selanjutnya adalah Balkan.

Jika kondisi ini terus berlangsung, maka negara-negara mayoritas muslim Balkan seperti Albania, Bosnia-Herzegovina dan Kosovo, rentan menghadapi situasi kekerasan. Lantara posisi rentan itu, negara-negara Balkan sedang menunggu aksesi ke Uni Eropa.

"Kita tahu standpoint UE terhadap Rusia itu seperti apa," kata Pizaro.

Implikasi Lanjutan

Efek perang Rusia akan berdampak langsung ke kawasan. kawasan paling dekat adalah Timur Tengah. Bila eskalasi Rusia dan Ukraina makin meningkat, maka bola api itu akan menjalar ke Timur Tengah.

"Kita tahu disitu ada Suriah, sekutu Putin, yang akan mendapat angin dari konsentrasi dunia yang ke Rusia. Negosiasi Assad dan Oposisi masih deadlock. Jika ada zona damai pun di Suriah utara, serangan masih terus dilakukan Assad dan Rusia," kata Pizaro.

Baca juga: G7 Bakal Turun Tangan Sikapi Serangan Rusia ke Ukraina

Lalu, ada Houthi dan Saudi. Iran dan Saudi. Negosiasi Iran dengan Amerika Serikat soal perjanjian nuklir sejak 2015 pun kini masih deadlock. Kedua pihak gagal mencari titik temu. Dengan krisis tata kelola internasional yang terjadi sekarang, dikhawatirkan langkah-langkah perang bisa diambil masing-masing negara dalam menyelesaikan masalah.

Begitu juga dengan China dan Taiwan. China saat ini masih memantau perkembangan di Ukraina. Mereka akan memanfaatkan kondisi ini untuk menginvasi Taiwan. Eskalasinya bisa menjalar ke Laut China Selatan yang berada di depan mata Indonesia. Tidak ada yang bisa diandalkan Indonesia selain diri sendiri.

"Karena ASEAN sndiri gagal menjadi blok yang solid dalam menyelesaikan konflik. Kita gagal menyelesaikan krisis rohingya, Myanmar dll. Kenapa? karena ASEAN sudah terbelah, negara-negara Indocina (Thai, Kamboja, Laos) secara umum berkiblat ke China, yang juga sekutu Rusia," ucap Pizaro.

Hal tersebut dilihat pasca kudeta 1 Februari 2021, Myanmar terus menghadapi gejolak. Sanksi Barat dan ASEAN, tidak mempan untuk menghentikan junta militer, karena di-backup Rusia dan Cina.

"Imbas konflik Rusia dan Ukraina juga berdampak bagi pasokan gandum untuk Indonesia. Karena Ukraina adalah eksportir gandum terbesar ke Indonesia (23 persen). Artinya, Indonesia harus mencari alternatif pasokan gandum untuk mengatasi kenaikan harga pangan," kata Pizaro.

Fenomena Chechnya Bantu Rusia Serang Ukraina

Pizaro mengaku tak merasa aneh melihat pengerahan pasukan Ramzan ke Ukraina. Tak perlu berbicara Ukraina, di dalam negeri Rusia pun Kadyrov sudah banyak terlibat membantu Rusia melawan kelompok Muslim Chechnya pada 2000-an.

"Karena itu Kadyrov, civil society, telah lama menuding Kadyrov terlibat pelanggaran HAM, bahkan korupsi di tubuh pemerintah Chechnya," kata Pizaro.

Di Chechnya, kata dia, setiap orang yang mendapat upah harus membayar pajak tidak resmi. Pajak tersebut ditujukan ke dana publik yang dikendalikan oleh Ramzan Kadyrov. Dana ini disebut Dana Publik Regional Akhmad Kadyrov.

Dana tersebut mengumpulkan sekitar USD648 hingga USD864 juta, yang mewakili dua pertiga dari anggaran Chechnya (Transparency, 2019). Terlepas dana ini digunakan untuk membangun masjid dan dana sosial, dana-dana ini juga diduga mengalir ke kantong pribadi Kadyrov.

Terkait mobilisasi tentara, Kadyrov juga sebelumnya memobilisasi pasukan Chechnya ke Georgia saat Rusia perang melawan negara itu pada 2008. Pada 2012, juga sama. Tahun 2014, Kadyrov pun membawa pasukannya membantu Rusia menganeksasi Krimea, padahal Krimea adalah rumah bagi Muslim Tatar.

"Tatar merupakan sekitar 12 persen dari populasi Krimea dan ratusan ribu Muslim Tatar sekarang tinggal di Ukraina, termasuk sekitar 100.000 di ibu kota Kyiv. Manuver Kadyrov memang membawa sesama Muslim saling bunuh. Dan dia tidak layak dianggap pejuang," kata Pizaro.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan