Penuhi Kebutuhan Ilmu di Masa Pandemi, Daarut Tauhiid Gagas Pesantren Virtual
Muhajirin
Rabu, 28 Juli 2021 - 00:00 WIB
Program Pesantren Virtual Daarut Tauhiid (foto: daaruttauhiidvirtual.com)
Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi Daarut Tauhiid (DT) untuk mensyiarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas. Di tengah pandemi yang tak kunjung mereda, DT meluncurkan program Program Pesantren Virtual (PPV).
Program tersebut diadakan setiap Sabtu dan Ahad. Program yang diluncurkan pada Agustus 2020 itu merupakan program pembelajaran agama Islam secara daring dengan tema pembelajaran yang bisa dipilih sesuai kebutuhan peserta.
Para peserta dalam program itu tidak hanya mendapatkan materi pembelajaran, namun mereka dipantau dan diberikan motivasi dalam melaksanakan ibadah harian, mentoring, halaqah Al-Qur’an, dan konsultasi bersama pendamping program dan mendapat E-Sertifikat di akhir program. Media pembelajaran akan dilakukan melalui Youtube, Zoom, Google Meet, WhatsApp, dan lain-lain.
Direktur Pesantren DT Mulyadi al-Fadhil mengatakan kebutuhan manusia terkait ilmu harus dipenuhi sebagai bekal dalam menghadapi segala situasi dan kondisi.
“Ilmu agama memiliki peranan penting sebagai modal dalam menghadapi segala bentuk ujian dari Allah SWT,” kata Mulyadi dikutip dari laman resmi Daarut Tauhiid Virtual.
Pandemi Covid-19 juga memaksa semua program pesantren yang awalnya tatap muka dilakukan secara daring, sehingga DT pun menggagas Pondok Pesantren Virtual (PPV). PPV menjadikan teknologi sebagai fasilitas utama dalam menunjang pembelajaran. Program ini dibuka untuk semua kalangan, tidak terbatas ruang dan waktu.
Peserta yang ikut dalam program tersebut akan mendapatkan pendidikan diniyah atau pesantren diniyah yang mengajarkan tentang pemahaman ilmu akidah, akhlak, dan fiqih dasar. Sementara mereka yang telah memiliki dasar ilmu dasar bisa mengikuti program lanjut. Terkait program Al-Qur’an, peserta tidak hanya diajari cara membaca, tapi juga pelajaran tentang makharijul huruf yakni cara pengucapan dan pelafalan huruf-huruf Al-Quran. Program tahfidz juga dilakukan secaradaring dengan menggunakan metode virtual.
Program tersebut diadakan setiap Sabtu dan Ahad. Program yang diluncurkan pada Agustus 2020 itu merupakan program pembelajaran agama Islam secara daring dengan tema pembelajaran yang bisa dipilih sesuai kebutuhan peserta.
Para peserta dalam program itu tidak hanya mendapatkan materi pembelajaran, namun mereka dipantau dan diberikan motivasi dalam melaksanakan ibadah harian, mentoring, halaqah Al-Qur’an, dan konsultasi bersama pendamping program dan mendapat E-Sertifikat di akhir program. Media pembelajaran akan dilakukan melalui Youtube, Zoom, Google Meet, WhatsApp, dan lain-lain.
Direktur Pesantren DT Mulyadi al-Fadhil mengatakan kebutuhan manusia terkait ilmu harus dipenuhi sebagai bekal dalam menghadapi segala situasi dan kondisi.
“Ilmu agama memiliki peranan penting sebagai modal dalam menghadapi segala bentuk ujian dari Allah SWT,” kata Mulyadi dikutip dari laman resmi Daarut Tauhiid Virtual.
Pandemi Covid-19 juga memaksa semua program pesantren yang awalnya tatap muka dilakukan secara daring, sehingga DT pun menggagas Pondok Pesantren Virtual (PPV). PPV menjadikan teknologi sebagai fasilitas utama dalam menunjang pembelajaran. Program ini dibuka untuk semua kalangan, tidak terbatas ruang dan waktu.
Peserta yang ikut dalam program tersebut akan mendapatkan pendidikan diniyah atau pesantren diniyah yang mengajarkan tentang pemahaman ilmu akidah, akhlak, dan fiqih dasar. Sementara mereka yang telah memiliki dasar ilmu dasar bisa mengikuti program lanjut. Terkait program Al-Qur’an, peserta tidak hanya diajari cara membaca, tapi juga pelajaran tentang makharijul huruf yakni cara pengucapan dan pelafalan huruf-huruf Al-Quran. Program tahfidz juga dilakukan secaradaring dengan menggunakan metode virtual.