Berkah Shalawat, Umat Islam Terhindar dari Tradisi Nasrani dan Yahudi
Muhajirin
Rabu, 09 Maret 2022 - 21:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Shalawat merupakan lafazh jama’ dari kata shalat yang berarti doa, rahmat, berkah, dan inayah. Hal itu ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam Surah Al-Ahzab ayat 56.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepada nabi dan sapa dengan hormat.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Sayyid Murtadha al-Zabidi dalam Kitab Ithaf al-Sadat al-Muttaqin Syarah Kitab Ihya, menjelaskan salah satu keberkahan shalawat yang akan meliputi umat Nabi Muhammad SAW sampai hari kiamat.
Baca juga: Ayat Perintah Shalawat pada Nabi Turun di Bulan Syaban
Nabi Muhammad SAW diutus setelah Nabi Isa AS. Masyhur Jika Nabi Isa AS dipertuhankan oleh orang Nasrani, karena terlalu berlebihan dalam memuji. Sementara, orang Yahudi melecehkan Nabi Isa karena dianggap sebagai anak zina. Orang Yahudi bahkan ingin membunuh Nabi Isa AS.
Saat masih hidup, Rasulullah SAW pernah berpesan agar umat tidak berlebihan dalam memuji. Pesan tersebut termaktub dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam at-Tirmidzi.
“Jangan berlebihan dalam memuji saya, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebihan dalam memuji Isa putra Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah, ‘Abdullah wa Rasuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya).”
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepada nabi dan sapa dengan hormat.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Sayyid Murtadha al-Zabidi dalam Kitab Ithaf al-Sadat al-Muttaqin Syarah Kitab Ihya, menjelaskan salah satu keberkahan shalawat yang akan meliputi umat Nabi Muhammad SAW sampai hari kiamat.
Baca juga: Ayat Perintah Shalawat pada Nabi Turun di Bulan Syaban
Nabi Muhammad SAW diutus setelah Nabi Isa AS. Masyhur Jika Nabi Isa AS dipertuhankan oleh orang Nasrani, karena terlalu berlebihan dalam memuji. Sementara, orang Yahudi melecehkan Nabi Isa karena dianggap sebagai anak zina. Orang Yahudi bahkan ingin membunuh Nabi Isa AS.
Saat masih hidup, Rasulullah SAW pernah berpesan agar umat tidak berlebihan dalam memuji. Pesan tersebut termaktub dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam at-Tirmidzi.
“Jangan berlebihan dalam memuji saya, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebihan dalam memuji Isa putra Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah, ‘Abdullah wa Rasuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya).”