Pemerintah Gelontorkan Ratusan Triliun Bantu Program UMKM dan Koperasi di Saat Pandemi
Mahmuda attar hussein
Rabu, 28 Juli 2021 - 01:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat meninjau produk hasil UMKM. Foto: instagram airlangga hartarto
Lesunya sektor perekonomian disaat pandemi Covid-19 ini membuat pemerintah menggelontorkan anggaran demi membantu pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi pelaku Koperasi dan UMKM.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, disaat pandemi ini, pemerintah telah merealisasikan anggaran triliunan rupiah untuk menumbuhkan optimisme masyarakat kecil. Harapannya, bisa mengurangi beban yang dirasakan masyarkat terdampak pandemi Covid-19.
Ketua Umum Golkar itu menyebut, realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp112,26 triliun. Untuk program UMKM di tahun 2021 dianggarkan sebesar 105,02 triliun. Khusus untuk koperasi telah diberikan stimulus dalam bentuk LPDB -KUMKM di tahun 2020 sebesar Rp1 triliun untuk 63 koperasi. Kemudain Rp292 miliar untuk 37 koperasi.
“Selain itu melalui dana PEN, pemerintah telah menyusun konsep digitalisasi koperasi untuk kemudahan peningkatan kualitas koperasi,” ujarnya dalam Webinar Memperkokoh Peran Koperasi dan UMKM sebagai Sokoguru dan Pondasi Perekonomian di Masa Pandemi, Selasa (27/7).
Data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) per Desember 2020 menyebutkan jumlah koperasi aktif sebanyak 127.124 unit, dengan volume usaha Rp174 tirilun dan 25 juta anggota, mengalami kenaikan dibanding tahun 2019.
Selain itu, data Kemenkop UKM pada 2020 juga menyebutkan pandemi Covid-19 berdampak pada perkembangan koperasi, antara lain kesulitan untuk pengembalian pinjaman, penuruna omzet, penarikan simpanan, dan penundaan rapat anggota.
Kendala utama yang dirasakan Kemenkop UKM adalah permodalan dan penjualan yang disusul oleh aspek bahan baku produksi dan distribusi. Pemerintah terus membantu UMKM dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 melalui kebijakan ekonomi untuk mendorong PEN sejak 2020.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, disaat pandemi ini, pemerintah telah merealisasikan anggaran triliunan rupiah untuk menumbuhkan optimisme masyarakat kecil. Harapannya, bisa mengurangi beban yang dirasakan masyarkat terdampak pandemi Covid-19.
Ketua Umum Golkar itu menyebut, realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp112,26 triliun. Untuk program UMKM di tahun 2021 dianggarkan sebesar 105,02 triliun. Khusus untuk koperasi telah diberikan stimulus dalam bentuk LPDB -KUMKM di tahun 2020 sebesar Rp1 triliun untuk 63 koperasi. Kemudain Rp292 miliar untuk 37 koperasi.
“Selain itu melalui dana PEN, pemerintah telah menyusun konsep digitalisasi koperasi untuk kemudahan peningkatan kualitas koperasi,” ujarnya dalam Webinar Memperkokoh Peran Koperasi dan UMKM sebagai Sokoguru dan Pondasi Perekonomian di Masa Pandemi, Selasa (27/7).
Data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) per Desember 2020 menyebutkan jumlah koperasi aktif sebanyak 127.124 unit, dengan volume usaha Rp174 tirilun dan 25 juta anggota, mengalami kenaikan dibanding tahun 2019.
Selain itu, data Kemenkop UKM pada 2020 juga menyebutkan pandemi Covid-19 berdampak pada perkembangan koperasi, antara lain kesulitan untuk pengembalian pinjaman, penuruna omzet, penarikan simpanan, dan penundaan rapat anggota.
Kendala utama yang dirasakan Kemenkop UKM adalah permodalan dan penjualan yang disusul oleh aspek bahan baku produksi dan distribusi. Pemerintah terus membantu UMKM dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 melalui kebijakan ekonomi untuk mendorong PEN sejak 2020.