Stres dan Muak Berlebihan, Waspadai Sindrom Burnout
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 16 Maret 2022 - 13:57 WIB
Tenaga medis yang mengalami kelelahan dan stres selama pandemi Covid-19. Foto: LANGIT7/iStock
Pernahkah Anda merasa tidak berdaya, putus asa, atau sangat kelelahan, sehingga membuat Anda stres? Jika iya, hati-hati bisa saja Anda mengalami sindrom burnout.Sindrom ini dapat dikatakan sebagai salah satu masalah kesehatan mental yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik.
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Iceu Amira DA, S.Sos., S.Kep., Ners., M.Kes mengatakan burnout merupakan sindrom psikologis yang disebabkan adanya rasa lelah yang luar biasa, baik secara fisik, maupun mental.
Menurut dia, jika dibiarkan hal tersebut akan berdampak pada hilangnya minat dan motivasi dalam melakukan aktivitas.
Baca juga: Hukum Meninggalkan Shalat Subuh Akibat Kelelahan Bekerja
"Burnout ini dapat mengurangi produktivitas dan menguras energi sehingga membuat seseorang merasa tidak berdaya, putus asa, lemah, dan cepat marah," ujar Iceu dilansir dari Universitas Padjadjaran, Rabu (16/3/2022).
Iceu mengatakan jika kelelahan secara fisik bisa diatasi hanya dengan beristirahat sejenak. Namun, jika menyangkut emosional, istirahat sejenak saja tidak cukup. Oleh karena itu perlu adanya intervensi.
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Iceu Amira DA, S.Sos., S.Kep., Ners., M.Kes mengatakan burnout merupakan sindrom psikologis yang disebabkan adanya rasa lelah yang luar biasa, baik secara fisik, maupun mental.
Menurut dia, jika dibiarkan hal tersebut akan berdampak pada hilangnya minat dan motivasi dalam melakukan aktivitas.
Baca juga: Hukum Meninggalkan Shalat Subuh Akibat Kelelahan Bekerja
"Burnout ini dapat mengurangi produktivitas dan menguras energi sehingga membuat seseorang merasa tidak berdaya, putus asa, lemah, dan cepat marah," ujar Iceu dilansir dari Universitas Padjadjaran, Rabu (16/3/2022).
Iceu mengatakan jika kelelahan secara fisik bisa diatasi hanya dengan beristirahat sejenak. Namun, jika menyangkut emosional, istirahat sejenak saja tidak cukup. Oleh karena itu perlu adanya intervensi.