DP Mahal, Masyarakat Berpenghasilan Rendah Sulit Miliki Rumah
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 17 Maret 2022 - 16:52 WIB
Ilustrasi uang muka yang tinggi jadi masalah utama kepemilikan rumah. Foto: iStock
Data Badan Pusat Statistik tahun 2020 menyebutkan lebih dari 71 juta penduduk berpenghasilan rendah di Indonesia, 15% di antaranya atau sekitar 11 juta jiwa belum memiliki rumah layak huni.
Salah satu hambatan utama yang dihadapi para calon pembeli adalah uang muka atau dikenal dengan down payment yang mahal, biasanya mencapai minimal 15-20% dari harga total rumah.
“Harga properti yang terus meroket memang menjadi kendala utama dalam memiliki rumah, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” jelas CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dalam media briefing Pinhome, Rabu (16/3/2022) kemarin.
Baca juga: Waspadai 6 Modus Penipuan dalam Investasi Properti
Hambatan lain yang dialami masyarakat adalah terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang ketat untuk mendapatkan KPR, bahkan walaupun mereka mampu secara finansial.
Selain itu, tahapan pengajuan KPR yang cukup panjang dan melibatkan banyak pihak juga menjadi salah satu perhatian dari pada calon pembeli.
Kondisi tersebut diperparah dengan dampak dari pandemi Covid-19, lanjut Ali, minat konsumen membeli rumah terhitung sedikit. Karena pandemi berdampak cukup signifikan pada daya beli.
Salah satu hambatan utama yang dihadapi para calon pembeli adalah uang muka atau dikenal dengan down payment yang mahal, biasanya mencapai minimal 15-20% dari harga total rumah.
“Harga properti yang terus meroket memang menjadi kendala utama dalam memiliki rumah, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” jelas CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dalam media briefing Pinhome, Rabu (16/3/2022) kemarin.
Baca juga: Waspadai 6 Modus Penipuan dalam Investasi Properti
Hambatan lain yang dialami masyarakat adalah terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang ketat untuk mendapatkan KPR, bahkan walaupun mereka mampu secara finansial.
Selain itu, tahapan pengajuan KPR yang cukup panjang dan melibatkan banyak pihak juga menjadi salah satu perhatian dari pada calon pembeli.
Kondisi tersebut diperparah dengan dampak dari pandemi Covid-19, lanjut Ali, minat konsumen membeli rumah terhitung sedikit. Karena pandemi berdampak cukup signifikan pada daya beli.