Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home home & garden detail berita

Waspadai 6 Modus Penipuan dalam Investasi Properti

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 16 Februari 2022 - 12:13 WIB
Waspadai 6 Modus Penipuan dalam Investasi Properti
Ilustrasi penipuan properti. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Investasi properti merupakan salah satu model yang populer di masyarakat. Selain karena aman, berinvestasi properti pun menjanjikan keuntungan yang tinggi dalam jangka panjang. Karenanya banyak orang yang mencoba peruntungan dengan berinvestasi di bidang properti.

Seiring dengan itu, modus penipuan dunia properti kerap terjadi. Korbannya tak selalu datang dari kalangan awam, melainkan tak jarang juga menimpa masyarakat secara keseluruhan tanpa memandang kelas sosial.

Ahli Properti dan Pembiayaan Pinhome Vina Yenastri membeberkan beberapa modus penipuan yang wajib diwaspadai baik oleh penjual maupun pembeli properti. Diharapkan kedepannya masyarakat lebih jeli dan berhati-hati sebelum memutuskan bertransaksi.

Baca juga: Properti Jadi Aset Terbaik Bisnis di Tengah Pandemi

Berikut beberapa modus penipuan yang kerap terjadi di dunia properti:

Modus penipuan dengan SMS

Modus penipuan ini paling sering terjadi dan hampir setiap orang sudah menyadari bahwa pada dasarnya ini merupakan trik penipuan. Namun, tak jarang masih ada saja pihak-pihak yang dirugikan.

“Dari sisi penjual properti, ada orang SMS pura-pura tertarik dengan propertinya, lalu ditelepon dan ada permainan kata-kata dari penipu. Hingga dapat mengakibatkan penjual tertipu,” kata Vina dalam Bahas Tuntas Properti by Property Academy Pinhome.

DP dibawa oleh oknum perantara

Jika menggunakan perantara, pastikan sudah terdaftar di Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) dan ditransfer ke rekening perusahaan.

Menurut Vina, agen properti bisa jadi pilihan saat memutuskan menjual properti menggunakan perantara, karena lebih aman.

“Jadi ketika si pembeli membayar DP menggunakan rekening perantara, rekeningnya harus berupa rekening PT dari si agen propertinya. Tapi kalau tidak menggunakan broker atau agen properti, dalam artian tidak ada pihak ketiga, sebaiknya DP itu ditransfer ke rekening penjualnya atau yang namanya ada di sertifikat,” terang Vina.

Lalu, bagaimana bila penjualnya kabur namun transaksinya belum selesai?

Vina menganjurkan sebelum terjadi transaksi pembayaran atau pembiayaan apapun kepada si penjual, sebaiknya pembeli dan penjual harus menggunakan perjanjian resmi.

Baca juga: Upaya Pemerintah Perkuat Ekonomi Lewat Sektor Properti dan Otomotif

"Kemungkinan (penipuan) tersebut pasti ada ya, tapi bisa diminimalisir dengan perjanjian itu. Jadi semisal jika si penjual abai atau lalai, seperti apa sanksi atau kesepakatan antara si penjual dan pembeli,” lanjut Vina.

Pembeli pinjam sertifikat asli

Untuk dicek ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) menggunakan notaris rekanan, pastikan notarisnya terpercaya atau bisa dicek bersamaan ke BPN jika mau melakukannya secara independen.

Untuk menghindari penipuan dalam bentuk meminjam sertifikat asli, Vina menyarankan untuk melakukan pengecekan di BPN menggunakan notaris rekanan, sehingga lebih terpercaya.

“Bisa juga menggunakan pengecekan sertifikat online melalui aplikasi dari BPN. Atau kalau mau ngecek langsung ke kantor BPN, bisa dilakukan bareng-bareng dari pihak pembeli dan pihak penjual, itu akan lebih aman. Jangan sampai ngasih sertifikat asli ke pembeli atau orang yang mengaku-ngaku sebagai pembeli,” jelas Vina.

Mafia tanah

Tanah yang legalitas masih girik, segera diproses sertifikatnya. Sebab, bila tidak memiliki sertifikat bukan tidak mungkin ada pihak yang akan mengklaim kepemilikan tanah tersebut. Kasus seperti ini umumnya terjadi di daerah atau lokasi yang statusnya masih girik atau belum ada sertifikat.

“Tentu peradilan dan lain-lain prosesnya sangat panjang dan ribet. Jadi gimana kalo status tanahnya masih girik? Buruan deh langsung proses untuk dibuat sertifikatnya,” bebernya.

Scam listing

Buat perjanjian sewa-menyewa notariil. Curigai jika ada harga yang terlalu murah di bawah harga pasar. Scam listing ini biasanya lebih kepada sewa-menyewa. Jadi misalkan ada iklan penyewaan apartemen atau properti, lalu ada yang menyewa selama satu bulan.

Lalu di tengah-tengah masa sewanya, properti ini diiklankan lagi dan dipakai untuk disewakan ke orang lain lagi dengan harga murah. Menurut Vina cara untuk menghindari penipuan seperti ini adalah dengan membuat surat perjanjian sewa menyewa di depan notaris yang akan secara hukum.

Modus lelang rumah

Pelaku mengaku dari perusahaan resmi yang melelang rumah sitaan bank. Biasanya para korban akan diminta untuk segera transfer uang sebagai tanda jadi. Agar terhindar dari penipuan ini, sebaiknya dicek dulu latar belakang penyelenggara lelangnya.

“Jadi kadang nih orang memang lagi nyari-nyari properti terus tiba-tiba ada yang nelpon, ada yang ngasih tahu bahwa ada ‘properti murah lho dari lelangan bank A, terus kalau mau properti ini, bayar dulu uang lelang atau adminnya baru nanti bisa ikut lelang’. Lalu dari situ dibayar, ternyata orangnya hilang,” ujar Vina.

Baca juga: Terbilang Aman, Alasan Masyarakat Beralih ke Properti Syariah

Untuk menghindari penipuan jenis ini, Vina menganjurkan untuk jangan percaya dengan hal-hal seperti itu. Cek terlebih dulu ke bank yang melelang properti mengenai informasi tersebut. Lebih aman lagi Anda bisa mengecek ke balai lelang.

"Lebih baik menggunakan balai lelang tersebut daripada dari orang yang menelpon random nawarin properti. Walaupun kerugian (penipuan jenis ini) tidak terlalu besar, tapi tetap saja itu namanya penipuan. Jadi jangan sampai hal tersebut terjadi,” pungkas Vina.

Ia menambahkan, masalah penipuan dengan modus-modus serupa kerap banyak sekali terjadi. Maka dari itu, Vina mengimbau untuk selalu pastikan penjual atau pembeli properti harus paham betul mengenai alur transaksinya dan tidak mudah percaya dengan orang lain.

“Kalau membahas masalah penipuan atau modus-modus seperti ini banyak banget kasus yang aneh-aneh dan kita harus hati-hati. Makanya benar, ketika mau beli atau jual properti itu harus tahu banget alurnya. Jangan gampang percaya sama orang,” tutupnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)