home edukasi & pesantren

Sabrang: Saat Sekolah Hanya Dipahami Wadah Cari Pekerjaan

Kamis, 17 Maret 2022 - 20:15 WIB
Sabrang Panuluh (berkaos hitam, foto: CakNun.com)
Co-founder of Symbolic.id dan vokalis Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh menilai ada perubahan konsep belajar yang didapati dalam sistem pendidikan formal di sekolah-sekolah. Itu harus diubah agar setiap manusia bisa menentukan potensi dirinya untuk berkontribusi pada masyarakat.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah manusia merupakan bagian dari alam. Manusia lahir dari proses alam selama jutaan tahun. Jadi, naluri-naluri dasar manusia sudah tertanam sejak bayi. Salah satunya adalah naluri untuk belajar.

Naluri belajar bisa terlihat keinginan atau keinginbisaan anak-anak mencapai sesuatu. Ingin berjalan misalnya setelah merangkak. Itu salah satu prinsip alam yang kadang dilupakan di sekolah-sekolah.

"Keingintahuan itu kemudian membutuhkan dia untuk belajar. Keinginbisaan membutuhkan dia untuk belajar. Jadi, di sini belajar adalah sarana untuk mencapai sesuatu. Nah, itu salah satu prinsip alam yang kadang dilupakan di sekolah," kata Sabrang melalui kanal Akademi Salam, dikutip Kamis (17/3/2022).

Baca juga: Sistem Pendidikan Menurut Al-Qur'an, Sinergi Proses Ta'lim dan Tarbiyah

Sekolah marak dipahami sebagai wadah mencari pekerjaan. Ada anggapan belajar adalah sesuatu yang dipaksakan kepada murid. Padahal itu adalah naluri dasar manusia. Sehingga, tujuan dan anggapan seperti itu hanya membunuh kreativitas manusia.

"Saya sangat jarang mendengar ada anak yang sangat semangat ke sekolah karena ingin belajar. Biasanya kalau ada yang semangat ke sekolah itu pengen main sama temannya, ngerjain gurunya, kegiatan-kegiatan yang dianggap sebagai tidak belajar itu tadi," kata Sabrang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
filsafat pendidikan pendidikan pendidikan indonesia masa depan pendidikan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya