Kisah Seorang Dukun Masuk Islam karena Jin
Muhajirin
Senin, 21 Maret 2022 - 09:25 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ulama asal Maroko, Syekh Said Al-Kamali, menguraikan satu kisah menarik yang terjadi antara Umar bin Khattab dengan Sawab bin Qarib. Sawad bin Qarib adalah seorang dukun yang masuk Islam karena jin.
Kisah tersebut memiliki banyak versi. Salah satunya termaktub dalam Tafsir Ibnu Katsir. Suatu ketika Umar bin Khattab sedang duduk, lalu lewat lelaki tampan, yakni Sawad bin Qarib.
Singkat cerita, Sawad dipanggil menghadap ke Amirul Mukminin. Setelah mengucapkan salam, Sawad diminta menceritakan kisahnya memeluk Islam.
Baca juga: Sahabat Usman bin Affan, Bijak dengan Harta Tanpa Harus Pamer
“Waktu itu, aku masih pekerja sebagai seorang Pedagang yang melanglang buana. Aku biasa berdagang hingga ke luar Jazirah Arab. Suatu saat ketika singgah di India, aku menemui penasehatku. Jangan salah sangka, ia bukanlah siapa-siapa melainkan jin.”
“Malam itu begitu hening, aku pun tidur dengan pulasnya. Jin itu kemudian muncul lagi di hadapanku, kali ini dalam mimpi.”
Jin itu berkata kepada Sawad, “Bangunlah kamu! Sadar dan pahamilah bila memang kamu berakal. Sungguh, seorang rasul telah diutus dari kalangan keluarga Lu’ai bin Ghalib!”
Kisah tersebut memiliki banyak versi. Salah satunya termaktub dalam Tafsir Ibnu Katsir. Suatu ketika Umar bin Khattab sedang duduk, lalu lewat lelaki tampan, yakni Sawad bin Qarib.
Singkat cerita, Sawad dipanggil menghadap ke Amirul Mukminin. Setelah mengucapkan salam, Sawad diminta menceritakan kisahnya memeluk Islam.
Baca juga: Sahabat Usman bin Affan, Bijak dengan Harta Tanpa Harus Pamer
“Waktu itu, aku masih pekerja sebagai seorang Pedagang yang melanglang buana. Aku biasa berdagang hingga ke luar Jazirah Arab. Suatu saat ketika singgah di India, aku menemui penasehatku. Jangan salah sangka, ia bukanlah siapa-siapa melainkan jin.”
“Malam itu begitu hening, aku pun tidur dengan pulasnya. Jin itu kemudian muncul lagi di hadapanku, kali ini dalam mimpi.”
Jin itu berkata kepada Sawad, “Bangunlah kamu! Sadar dan pahamilah bila memang kamu berakal. Sungguh, seorang rasul telah diutus dari kalangan keluarga Lu’ai bin Ghalib!”