LANGIT7.ID, Jakarta - Ulama asal Maroko, Syekh Said Al-Kamali, menguraikan satu kisah menarik yang terjadi antara Umar bin Khattab dengan Sawab bin Qarib. Sawad bin Qarib adalah seorang dukun yang masuk Islam karena jin.
Kisah tersebut memiliki banyak versi. Salah satunya termaktub dalam Tafsir Ibnu Katsir. Suatu ketika Umar bin Khattab sedang duduk, lalu lewat lelaki tampan, yakni Sawad bin Qarib.
Singkat cerita, Sawad dipanggil menghadap ke Amirul Mukminin. Setelah mengucapkan salam, Sawad diminta menceritakan kisahnya memeluk Islam.
Baca juga: Sahabat Usman bin Affan, Bijak dengan Harta Tanpa Harus Pamer“Waktu itu, aku masih pekerja sebagai seorang Pedagang yang melanglang buana. Aku biasa berdagang hingga ke luar Jazirah Arab. Suatu saat ketika singgah di India, aku menemui penasehatku. Jangan salah sangka, ia bukanlah siapa-siapa melainkan jin.”
“Malam itu begitu hening, aku pun tidur dengan pulasnya. Jin itu kemudian muncul lagi di hadapanku, kali ini dalam mimpi.”
Jin itu berkata kepada Sawad, “Bangunlah kamu! Sadar dan pahamilah bila memang kamu berakal. Sungguh, seorang rasul telah diutus dari kalangan keluarga Lu’ai bin Ghalib!”
Setelah itu, jin itu bersyair, “Aku merasa kagum kepada jin. Dengan kepekaannya yang sangat halus, ia ingin pergi ke Makkah demi menemukan petunjuk. Beranjaklah ia menuju manusia pilihan dari Bani Hasyim. Lihatlah, engkau akan langsung mengenalinya!”
Sebelum bangun dari mimpi, samar-samar suara jin itu terdengar, “Wahai Sawad bin Qarib! Sungguh Allah telah mengutus seorang nabi. Bangkitlah kamu untuk segera menghadapnya! Semoga Allah memberikan kepadamu petunjuk dan hidayah.”
Baca juga: Tak Dimasuki Malaikat, Ini Tanda-Tanda Jimat di Dalam RumahMimpi yang sama terus terjadi keesokan malamnya. Saat Sawad tertidur, jin itu kembali datang. Jin itu bersenandung, “Aku merasa takjub dengan bangsa jin dan permintaanya. Ia ingin ke Makkah untuk mencari petunjuk, tanpa memperhatikan dirinya lagi. Beranjaklah ia menuju kepada sang manusia pilihan dari Bani Hasyim. Lihatlah, engkau akan langsung mengenalinya.”
Malam berikutnya, lagi-lagi jin itu datang dalam mimpi juga dengan syair serupa. Maka, Sawad pun terjaga. Ia merasakan kedamaian dalam hati. Dari situ, ia yakin perkataan jijn itu bukan dusta. Malam itu juga dia langsung berangkat menuju Makkah.
Dalam perjalanan, masih terbayang syair-syair yang dilantunkan jin dalam tiga malam berturut-turut. Ia terus mengacu kuda dengan hati sukacita. Dalam dada Sawad, muncul tekad kuat untuk segera menemui utusan Allah itu untuk menyatakan iman.
Saat tiba di Makkah, Sawad bertanya kepada beberapa warga. Dia lalu sampai kepada seorang yang berperawakan sedang yang tampak duduk, seolah-olah sedang memimpin pasukan.
“Ketika melihatku, beliau langsung menyambut. ‘Marhaban ya Sawad bin Qarib!’ Rupanya, beliau sudah tahu nama dan keperluanku, bahkan Sebelum aku menjelaskannya,” kata Sawad.
Sawad lalu berkata, :wahai utusan Allah, aku telah Menyiapkan sebuah syair untuk engkau. Karena itu, dengarkanlah syairku ini.”
“Bacakanlah, wahai Sawad,” kata Nabi Muhammad SAW. Sawad pun membacakan syair yang menceritakan tentang jin yang datang tiga malam berturut-turut mengabarkan tentang Rasulullah SAW.
Baca juga: 2 Persiapan Penting Menyambut Ramadhan menurut Buya YahyaDalam syair itu, Sawad menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dia lalu meminta Rasulullah mengajarkan syariat Islam. Setelah itu, tak lupa pula meminta kepada baginda nabi agar memberikan syafaat kepada hari kiamat kelak.
Rasulullah SAW tertawa hingga gigi-gigi putihnya terlihat. Lalu, beliau berkata, “Berbahagialah engkau wahai Sawad.”
Setelah mendengar cerita itu, Umar bin Khattab bertanya, “Bagaimana keadaanmu setelah itu? Apakah jin penasehatmu itu masih sering mendatangimu?”
“Sejak aku terbiasa membaca Al-Qur’an, maka jin itu tidak lagi mendatangiku. Sungguh, Al-Qur’an merupakan pengganti yang paling baik daripada jin atau apapun," Jawa Sawad.
(jqf)