home edukasi & pesantren

Sejarah Kebangkitan Islam di Spanyol Jadi Inspirasi Kemajuan Barat

Jum'at, 25 Maret 2022 - 13:16 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Umat Islam membebaskan Andalus, Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal, Andorra, Gibraltar, dan sekitarnya), pada 711 M. Masa kepemimpinan umat Islam di Iberia dimulai ekspansi panglima besar Thariq bin Ziyad.

Thariq bin Ziyad dalam sejarah Spanyol dikenal sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto. Dia adalah komandan militer dari Dinasti Umayyah yang memimpin pembebasan atas wilayah Andalus.

Musim panas pada 711 M/92 H, Thariq bin Ziyad berangkat menuju Al-Andalus. Pada 29 April 711, pasukan Thariq mendarat di Gibraltar. Dia berhasil menguasai wilayah itu setelah mengalahkan kerajaan VIsigoth, karena rajanya, Roderick terbunuh pada 19 Juli 711 dalam pertempuran Guadalete.

“Sejarawan Islam menyebut apa yang dilakukan Thariq bin Ziyad sebagai pembebasan, walaupun sejarawan Barat atau Kristen menyebutnya sebagai pendudukan,” kata Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, dalam wawancara khusus bersama LANGIT7.ID, Kamis malam (24/3/2022).

Najib menjelaskan dua alasan sejarawan muslim menyebut Langkah Thariq bin Ziyad sebagai pembebasan. Penguasa Iberia kala itu, bangsa Visigoth, adalah keturunan Jerman yang pernah menjadi saingan Romawi. Mereka mengeksploitasi masyarakatnya. Kondisi itu membuat Langkah Thariq bin Ziyad mudah membebaskan Iberia dari Visigoth.

“Dinasti Visigoth mengeksploitasi masyarakatnya. Suku spanyol asli merasa ditindas, sehingga mereka menolong Thariq bin Ziyad. Meskipun pasukan Thariq bin Ziyad hanya sedikit, tapi dengan dukungan masyarakat, itu bisa mengalahkan Visigoth dengan cepat,” tutur Najib.

Baca juga: Mengenal Kota-kota Warisan Islam di Spanyol dan Portugal
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sejarah islam spanyol dubes ri islam di eropa andalus
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya