Penetapan 1 Ramadhan Berpotensi Berbeda, Begini Penjelasannya
Muhajirin
Sabtu, 26 Maret 2022 - 15:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Fenomena penetapan 1 Ramadhan sudah sering terjadi di Indonesia. Ini karena Kementerian Agama RI mengadopsi kriteria penetapan awal puasa dari negara lain.
Peneliti astronomi dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR Lapan) BRIN, Thomas Djamaluddin, mengatakan, Kemenag RI mengadopsi kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Hal itu bisa dilihat dari garis tanggal awal Ramadhan 1443 H yang secara jelas menunjukkan potensi perbedaannya. Dengan kriteria Wujudul Hilal, Muhammadiyah sudah memutuskan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada 2 April 2022. Namun, hilal terlalu rendah untuk diamati.
Baca juga: Pimpinan Gontor: Ramadhan Penghormatan untuk Orang Beriman
Sementara, secara umum di wilayah Indonesia, tinggi bulan kurang dari 2 derajat. Itu artinya, rukyatul hilal (pengamatan hilal) pada saat maghrib 1 April berpotensi tidak terlihat.
“Kalaupun ada yang melaporkan menyaksikan, itu sangat meragukan sehingga berpotensi ditolak saat sidang isbat. Sehingga berdasarkan rukyat, 1 Ramadhan 1443 H kemungkinan besar pada 3 April 2022,” kata Thomas, dikutip laman resmi Lapan, Sabtu (26/3/2022).
Sementara itu, pada Takwin Standar (kalender Islam rujukan) oleh Kementerian Agama memang tercantum 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada 2 April 2022. Itu berdasarkan ketinggian bulan (dengan perhitungan lain) di Pelabuhan Ratu sedikit di atas 2 derajat.
Peneliti astronomi dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR Lapan) BRIN, Thomas Djamaluddin, mengatakan, Kemenag RI mengadopsi kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Hal itu bisa dilihat dari garis tanggal awal Ramadhan 1443 H yang secara jelas menunjukkan potensi perbedaannya. Dengan kriteria Wujudul Hilal, Muhammadiyah sudah memutuskan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada 2 April 2022. Namun, hilal terlalu rendah untuk diamati.
Baca juga: Pimpinan Gontor: Ramadhan Penghormatan untuk Orang Beriman
Sementara, secara umum di wilayah Indonesia, tinggi bulan kurang dari 2 derajat. Itu artinya, rukyatul hilal (pengamatan hilal) pada saat maghrib 1 April berpotensi tidak terlihat.
“Kalaupun ada yang melaporkan menyaksikan, itu sangat meragukan sehingga berpotensi ditolak saat sidang isbat. Sehingga berdasarkan rukyat, 1 Ramadhan 1443 H kemungkinan besar pada 3 April 2022,” kata Thomas, dikutip laman resmi Lapan, Sabtu (26/3/2022).
Sementara itu, pada Takwin Standar (kalender Islam rujukan) oleh Kementerian Agama memang tercantum 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada 2 April 2022. Itu berdasarkan ketinggian bulan (dengan perhitungan lain) di Pelabuhan Ratu sedikit di atas 2 derajat.