home edukasi & pesantren

Bagaimana Hukum Menjawab Salam di Medsos?

Sabtu, 26 Maret 2022 - 16:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Salah satu dampak positif perkembangan digital adalah masyarakat muslim mendapat kemudahan saling menyebarkan nasihat kebaikan. Umum dalam pesan nasihat itu diawali dengan salam.

Lalu, bagaimana hukum menjawab salam yang berasal dari media sosial? Pakar Fikih Kontemporer, KH Ahmad Zahro Ma al-Chafidz, menjelaskan, hukum menjawab salam dari sosial media adalah mustahab (bagus/baik).

"Salam televisi, salam radion, salam WA, kalau dijawab bagus, tapi tidak wajib. karena itu termasuk doa. Siapa yang mendoakan siapa, itu memantul. Jadi, kalau kalian jawab salam itu, akan memantul kepada kita," kata KH Zahro dalam salah satu tausiahnya melalui kanal YouTube-nya, dikutip Sabtu (26/3/2022).

Baca juga: Akrab Medsos, Gen Z dan Milenial Mudah Terkena Penyakit Mental

KH Zahro mencontohkan jika seseorang mendapatkan pesan singkat berisi kebaikan dari saluran WhatsApp. Salam yang tertera dalam pesan tersebut bisa dijawab dengan ucapan, lalu dibalas dengan tulisan.

"Kalau di WA bisa dijawab dengan ucapan, dan diwakili dengan kata salam. Tapi, mau ditulis lengkap juga tidak apa-apa, asal jawab menggunakan lisan terlebih dahulu," ucapnya.

Dia mengungkapkan, salah satu keutamaan mengucapkan salam adalah meniru percakapn para ahli surga. Jadi, bisa dikatakan salam merupakan percakapan ahli surga yang diadopsi di dunia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
media sosial adab bergaul adab bermedsos assalamualaikum
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya