Cerita Lucu UAS Saat Masih Jadi Santri di Darul Arafah
Muhajirin
Senin, 28 Maret 2022 - 12:00 WIB
Ustadz Abdul Somad di Gontor (foto: istimewa)
Ustadz Abdul Somad (UAS) pernah tercatat sebagai santri Pondok Pesantren Darul Arafah, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Banyak cerita lucu terjadi saat UAS masih remaja di pesantren tersebut.
Pesantren itu memiliki santri sampai ribuan saat UAS masih menjadi santri. Dari jumlah tersebut, UAS sudah dikenal sebagai sosok santri yang nyentrik dan suka melawak.
“Dulu saya waktu di pesantren Darul Arafah ada sekitar 1800 lebih santrinya, bahkan kalau melaksanakan shalat Subuh seperti shalat Jumat ramai umatnya,” kata UAS dalam salah satu tausiahnya, dikutip Senin (28/3/2022).
Baca juga: Ini Nasihat Ustaz Abdul Somad Soal Persatuan Umat di Tengah Perbedaan
Ada satu pemandangan lumrah yang sudah menjadi kebiasaan santri Darul Arafah. Saat shalat, harus berhati-hati terkait barang pribadi, seperti sandal. Sebab, jika sandal itu tidak dijaga bisa tertukar dan berpindah pemilik.
“Kalau dulu ramai umat shalat, saking ramainya, pada saat shalat, sandal Kalau bisa digembok, kalau tak lenyaplah. Udah gitu ada pula yang bawa sandal sebelah ditinggalkannya di luar, sebelahnya dibawa, tapi pas selesai shalat dua-duanya lenyapnya,” kata UAS disambut tawa para jamaah.
Baca juga: UAS: Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah, tapi Juga Pusat Pembinaan
Pesantren itu memiliki santri sampai ribuan saat UAS masih menjadi santri. Dari jumlah tersebut, UAS sudah dikenal sebagai sosok santri yang nyentrik dan suka melawak.
“Dulu saya waktu di pesantren Darul Arafah ada sekitar 1800 lebih santrinya, bahkan kalau melaksanakan shalat Subuh seperti shalat Jumat ramai umatnya,” kata UAS dalam salah satu tausiahnya, dikutip Senin (28/3/2022).
Baca juga: Ini Nasihat Ustaz Abdul Somad Soal Persatuan Umat di Tengah Perbedaan
Ada satu pemandangan lumrah yang sudah menjadi kebiasaan santri Darul Arafah. Saat shalat, harus berhati-hati terkait barang pribadi, seperti sandal. Sebab, jika sandal itu tidak dijaga bisa tertukar dan berpindah pemilik.
“Kalau dulu ramai umat shalat, saking ramainya, pada saat shalat, sandal Kalau bisa digembok, kalau tak lenyaplah. Udah gitu ada pula yang bawa sandal sebelah ditinggalkannya di luar, sebelahnya dibawa, tapi pas selesai shalat dua-duanya lenyapnya,” kata UAS disambut tawa para jamaah.
Baca juga: UAS: Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah, tapi Juga Pusat Pembinaan