LANGIT7.ID, Jakarta - Ustadz Abdul Somad (UAS) pernah tercatat sebagai santri Pondok Pesantren Darul Arafah, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Banyak cerita lucu terjadi saat UAS masih remaja di pesantren tersebut.
Pesantren itu memiliki santri sampai ribuan saat UAS masih menjadi santri. Dari jumlah tersebut, UAS sudah dikenal sebagai sosok santri yang nyentrik dan suka melawak.
“Dulu saya waktu di pesantren Darul Arafah ada sekitar 1800 lebih santrinya, bahkan kalau melaksanakan shalat Subuh seperti shalat Jumat ramai umatnya,” kata UAS dalam salah satu tausiahnya, dikutip Senin (28/3/2022).
Baca juga: Ini Nasihat Ustaz Abdul Somad Soal Persatuan Umat di Tengah PerbedaanAda satu pemandangan lumrah yang sudah menjadi kebiasaan santri Darul Arafah. Saat shalat, harus berhati-hati terkait barang pribadi, seperti sandal. Sebab, jika sandal itu tidak dijaga bisa tertukar dan berpindah pemilik.
“Kalau dulu ramai umat shalat, saking ramainya, pada saat shalat, sandal Kalau bisa digembok, kalau tak lenyaplah. Udah gitu ada pula yang bawa sandal sebelah ditinggalkannya di luar, sebelahnya dibawa, tapi pas selesai shalat dua-duanya lenyapnya,” kata UAS disambut tawa para jamaah.
Baca juga: UAS: Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah, tapi Juga Pusat PembinaanDi akun Instagram, UAS pernah mengunggah foto nostalgia saat masih menjadi santri Darul Arafah. Dalam foto tersebut, terlihat UAS Berdiri di barisan Belakang bersama para santri lain. Semua santri mengenakan seragam putih, celana gelap, dan berdasi. UAS melingkari wajah dirinya di foto tersebut.
Ada dua foto yang diunggah. Satu lagi foto terbaru saat bersama seorang teman alumni Darul Arafah yang dulu sering diceritakan oleh gurunya semasa masih tinggal di pesantren.
“1993 saya masuk Pesantren Darul Arafah. Sekelas dengan Abdul Halim. 1997 Abdul Halim berkirim surat dari Medan ke Pekanbaru memberitahu ada tes beasiswa ke Mesir di IAIN Medan,” tulis UAS dalam keterangan foto.
UAS menjelaskan, persahabatannya dengan Abdul Halim selama 27 tahun terjalin baik. “Ketika di Darul Arafah, guru-guru Banyak bercerita tentang alumni pertama 1992 yang sampai di Al-Azhar Kairo. Namanya Ustadz Idham. Guru kami, tapi tawadhu’ rasa sahabat, menyenangkan. Daripada sahabat yang menggurui,” ucap UAS.
(jqf)