Pemilik Mie Ayam Goceng: Anggap Pandemi sebagai Musibah sekaligus Berkah
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 28 Maret 2022 - 13:47 WIB
Pemilik Mie Ayam Gerobak dan Mie Ayam Goceng, Wahyu Indra. Foto: Bogasari
Sejak pandemi Covid 19 masuk ke Indonesia, pola hidup masyarakat berubah 180 derajat di mana dulunya bisa dengan mudah bertatap muka, ketika pandemi semua serba dibatasi. Kondisi ini akhirnya sangat berdampak di semua sektor, termasuk sektor bisnis.
Perubahan yang begitu cepat dialami oleh pasar membuat para pelaku bisnis harus memutar otak agar bisnisnya tetap bisa bertahan di masa pandemi ini.
Pemilik Mie Ayam Gerobak dan Mie Ayam Goceng, Wahyu Indra mengatakan di masa pandemi pasar berubah begitu cepat, jika dahulu perubahannya bisa tahunan, saat ini mungkin bisa bulanan.
Baca juga: Begini Upaya Penguatan Ekosistem Syariah Lewat UMKM
Akan tetapi, menurut dia, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak maju. Wahyu pribadi menganggap pandemi ini sebagai musibah sekaligus berkah.
"Berkahnya itu karena kita harus berpikir dua atau tiga kali lebih banyak. Jadi kita harus peka, berkah, dan kolaborasi. Tanpa ketiga hal ini saya mungkin tidak ada di sini artinya saya mungkin akan melihat pandemi itu sebagai musibah," ujarnya dalam salah satu webinar yang diadakan Bogasari.
Wahyu menambahkan, peka terhadap keadaan itu berarti tidak hanya usaha saja melainkan juga melakukan hal yang dapat membantu masyarakat.
Perubahan yang begitu cepat dialami oleh pasar membuat para pelaku bisnis harus memutar otak agar bisnisnya tetap bisa bertahan di masa pandemi ini.
Pemilik Mie Ayam Gerobak dan Mie Ayam Goceng, Wahyu Indra mengatakan di masa pandemi pasar berubah begitu cepat, jika dahulu perubahannya bisa tahunan, saat ini mungkin bisa bulanan.
Baca juga: Begini Upaya Penguatan Ekosistem Syariah Lewat UMKM
Akan tetapi, menurut dia, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak maju. Wahyu pribadi menganggap pandemi ini sebagai musibah sekaligus berkah.
"Berkahnya itu karena kita harus berpikir dua atau tiga kali lebih banyak. Jadi kita harus peka, berkah, dan kolaborasi. Tanpa ketiga hal ini saya mungkin tidak ada di sini artinya saya mungkin akan melihat pandemi itu sebagai musibah," ujarnya dalam salah satu webinar yang diadakan Bogasari.
Wahyu menambahkan, peka terhadap keadaan itu berarti tidak hanya usaha saja melainkan juga melakukan hal yang dapat membantu masyarakat.