Netty Minta Pemerintah Evaluasi Vaksin Booster sebagai Syarat Mudik
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 28 Maret 2022 - 18:35 WIB
Ilustrasi vaksinasi dosis ketiga atau booster. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani menilai vaksin booster sebagai syarat perjalanan mudik lebaran 2022 kurang relevan. Pasalnya, status pandemi Covid-19 saat ini relatif terkendali.
Menurut Netty, vaksinasi dosis satu dan dua juga sudah di atas 70 persen. Artinya tingkat herd immunity sudah lebih tinggi. "Jadi, kurang tepat jika vaksin booster sebagai syarat perjalanan mudik," kata Netty dalam keterangan resminya dikutip Senin (28/3/2022).
Baca Juga:Ini Cara Mudah Cek Lokasi Vaksin Booster Melalui Ponsel
Netty mengatakan bahwa kebijakan vaksin booster sebagai syarat mudik tahun ini membuat orang kota yang hendak mudik akan mencari vaksin ketiga. Dia beranggapan bahwa stok vaksin yang ada seharusnya diberikan ke daerah-daerah dengan cakupan vaksinasi masih rendah.
"Lebih baik stok vaksin yang tersedia itu diberikan ke daerah-daerah yang cakupan vaksinasinya masih rendah. Jangan sampai pemudiknya sudah booster tapi yang dikunjungi justru belum vaksin sama sekali," ujarnya.
Politis Partai Keadilan Sosial (PKS) itu menuturkan bahwa status pandemi yang relatif terkendali karena dilonggarkannya beberapa kebijakan oleh pemerintah. Salah satunya seperti penghapusan Tes PCR maupun rapid test antigen bagi para pelaku perjalanan domestik.
Baca Juga:Kemenkes Nilai Vaksinasi Booster jadi Syarat Mudik Sudah Tepat
Menurut Netty, vaksinasi dosis satu dan dua juga sudah di atas 70 persen. Artinya tingkat herd immunity sudah lebih tinggi. "Jadi, kurang tepat jika vaksin booster sebagai syarat perjalanan mudik," kata Netty dalam keterangan resminya dikutip Senin (28/3/2022).
Baca Juga:Ini Cara Mudah Cek Lokasi Vaksin Booster Melalui Ponsel
Netty mengatakan bahwa kebijakan vaksin booster sebagai syarat mudik tahun ini membuat orang kota yang hendak mudik akan mencari vaksin ketiga. Dia beranggapan bahwa stok vaksin yang ada seharusnya diberikan ke daerah-daerah dengan cakupan vaksinasi masih rendah.
"Lebih baik stok vaksin yang tersedia itu diberikan ke daerah-daerah yang cakupan vaksinasinya masih rendah. Jangan sampai pemudiknya sudah booster tapi yang dikunjungi justru belum vaksin sama sekali," ujarnya.
Politis Partai Keadilan Sosial (PKS) itu menuturkan bahwa status pandemi yang relatif terkendali karena dilonggarkannya beberapa kebijakan oleh pemerintah. Salah satunya seperti penghapusan Tes PCR maupun rapid test antigen bagi para pelaku perjalanan domestik.
Baca Juga:Kemenkes Nilai Vaksinasi Booster jadi Syarat Mudik Sudah Tepat