3 Cara STID Mohammad Natsir Lahirkan Dai Profesional
Fajar adhitya
Senin, 28 Maret 2022 - 18:58 WIB
Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah (kedua dari kanan) membuka kegiatan Rakornas Dewan Dakwah di Padang, Sumatera Barat. Foto: Istimewa.
Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir adalah lembaga pendidikan di bawah naungan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII). STID Mohammad Natsir bertugas mendidik, membina, dan melahirkan pendakwah profesional.
Ketua STID Mohammad Natsir, Dr Dwi Budiman Assiroji menjelaskan, terdapat tiga tahap kaderisasi dai yang akan berdakwah di masyarakat. Lewat tahapan ini, para calon dai akan mendapat pembinaan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Pada tahap pertama, STID Mohammad Natsir menjalankan program kaderisasi berbasis asrama. Mahasiswa diwajibkan tinggal di asrama dalam rangka pembentukan karakter dai yang kuat, baik mental maupun spiritual.
Baca Juga:STID Mohammad Natsir Berangkatkan 373 Dai Bina Masyarakat Pedalaman
“Kita persiapkan pembinaan ibadiyah dan syakhsiyah ke daiaan (karakter pendakwah) mereka agar bisa memiliki bekal yang cukup menjadi dai,” kata Dwi saat memberi pembekalan pengiriman Kafilah Da’wah Ramadhan 1443 H, dikutip Senin (28/3/2022).
Tahapan kedua adalah kaderisasi berbasis masjid. Mahasiswa laki-laki diwajibkan tinggal di masjid untuk mempelajari bagaimana menjadikan masjid sebagai pusat gerakan dakwah dan belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Pada tahapan kedua inilah, selain mereka wajib tinggal di masjid juga wajib mengikuti program kafilah dakwah,” tutur Dwi.
Ketua STID Mohammad Natsir, Dr Dwi Budiman Assiroji menjelaskan, terdapat tiga tahap kaderisasi dai yang akan berdakwah di masyarakat. Lewat tahapan ini, para calon dai akan mendapat pembinaan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Pada tahap pertama, STID Mohammad Natsir menjalankan program kaderisasi berbasis asrama. Mahasiswa diwajibkan tinggal di asrama dalam rangka pembentukan karakter dai yang kuat, baik mental maupun spiritual.
Baca Juga:STID Mohammad Natsir Berangkatkan 373 Dai Bina Masyarakat Pedalaman
“Kita persiapkan pembinaan ibadiyah dan syakhsiyah ke daiaan (karakter pendakwah) mereka agar bisa memiliki bekal yang cukup menjadi dai,” kata Dwi saat memberi pembekalan pengiriman Kafilah Da’wah Ramadhan 1443 H, dikutip Senin (28/3/2022).
Tahapan kedua adalah kaderisasi berbasis masjid. Mahasiswa laki-laki diwajibkan tinggal di masjid untuk mempelajari bagaimana menjadikan masjid sebagai pusat gerakan dakwah dan belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Pada tahapan kedua inilah, selain mereka wajib tinggal di masjid juga wajib mengikuti program kafilah dakwah,” tutur Dwi.