7 Rekomendasi Buku dari Najwa Shihab, Ada Fiksi sampai Otobiografi
Muhajirin
Selasa, 29 Maret 2022 - 15:56 WIB
Najwa Shihab (foto: istimewa)
Siapa yang tak kenal Najwa Shihab? Dia merupakan sosok wanita kritis yang sering tampil di layar kaca. Sifat kritis tak datang begitu saja. Putri Prof. Quraish Shihab itu merupakan sosok wanita yang gemar membaca buku. Najwa pernah menjadi Duta Baca Indonesia pada tahun 2016 hingga tahun 2020.
Membaca buku menjadi salah satu alasan Najwa Shihab memiliki wawasan yang luas. Kerap saat memimpin Mata Najwa, narasumber yang dihadirkan kadang ketar-ketir mendapat pertanyaan dari Najwa Shihab.
Nah, berikut ini 7 rekomendasi buku yang dibaca oleh oleh Najwa Shihab:
1. Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi
Buku berjudulUntuk Negeriku, Sebuah Otobiografiini ditulis oleh Bapak ProklamasiMoh Hatta. Bung Hatta mengisahkan perjalanan hidup dan perjuangannya, sejak masa kanak-kanak hingga ke periode puncak kematangan pemikiran dan kegiatan politiknya.
Awalnya naskah buku ini sangatlah tebal, hingga akhirnya diterbitkan menjadi tiga jilid;Bukittinggi-Rotterdam Lewat Betawi,Berjuang dan Dibuang,dan terakhirMenuju Gerbang Kemerdekaan.Pembagian menjadi tiga jilid ini menjadikan lebih fokus pada masing-masing tahap perjalanan hidup seorang Bung Hatta.
Membaca buku menjadi salah satu alasan Najwa Shihab memiliki wawasan yang luas. Kerap saat memimpin Mata Najwa, narasumber yang dihadirkan kadang ketar-ketir mendapat pertanyaan dari Najwa Shihab.
Nah, berikut ini 7 rekomendasi buku yang dibaca oleh oleh Najwa Shihab:
1. Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi
Buku berjudulUntuk Negeriku, Sebuah Otobiografiini ditulis oleh Bapak ProklamasiMoh Hatta. Bung Hatta mengisahkan perjalanan hidup dan perjuangannya, sejak masa kanak-kanak hingga ke periode puncak kematangan pemikiran dan kegiatan politiknya.
Awalnya naskah buku ini sangatlah tebal, hingga akhirnya diterbitkan menjadi tiga jilid;Bukittinggi-Rotterdam Lewat Betawi,Berjuang dan Dibuang,dan terakhirMenuju Gerbang Kemerdekaan.Pembagian menjadi tiga jilid ini menjadikan lebih fokus pada masing-masing tahap perjalanan hidup seorang Bung Hatta.