Indonesia Siap Sambut Wisatawan Mancanegara Pascapandemi Covid-19
Hasanah syakim
Selasa, 05 April 2022 - 18:17 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia siap menampung kembali kunjungan wisatawan asing khususnya dari Australia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan saat Indonesia mulai membuka pembatasan internasional sejak 8 Maret 2022 lalu. Hal ini untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Seiring dengan pembukaan kembali perbatasan Indonesia dengan dunia internasional secara bertahap, kami siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia ke Bali dan destinasi-destinasi lainnya di Indonesia," kata Sandiaga dalam pertemuannya dengan Duta Besar Australia untuk Indoensia, Penny Williams, dalam keterangan persnya dikutip Selasa (5/4/2022).
Baca juga:Kemenparekraf Minta PHRI Tidak Naikkan Tarif Berlebihan
Australia, jelas Sandiaga, menjadi salah satu dari 42 negara yang masuk ke dalam daftar penerima kebijakan visa on arrival.
"Selain itu kami juga perlu menjelaskan mengenai kebijakan-kebijakan kami terhadap dunia internasional, khususnya Australia,” katanya.
Sandiaga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian pemerintah Indonesia terhadap keselamatan dan kesehatan wisatawan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan saat Indonesia mulai membuka pembatasan internasional sejak 8 Maret 2022 lalu. Hal ini untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Seiring dengan pembukaan kembali perbatasan Indonesia dengan dunia internasional secara bertahap, kami siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia ke Bali dan destinasi-destinasi lainnya di Indonesia," kata Sandiaga dalam pertemuannya dengan Duta Besar Australia untuk Indoensia, Penny Williams, dalam keterangan persnya dikutip Selasa (5/4/2022).
Baca juga:Kemenparekraf Minta PHRI Tidak Naikkan Tarif Berlebihan
Australia, jelas Sandiaga, menjadi salah satu dari 42 negara yang masuk ke dalam daftar penerima kebijakan visa on arrival.
"Selain itu kami juga perlu menjelaskan mengenai kebijakan-kebijakan kami terhadap dunia internasional, khususnya Australia,” katanya.
Sandiaga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian pemerintah Indonesia terhadap keselamatan dan kesehatan wisatawan.