home lifestyle muslim

Hindari Sahur Lebih Awal, Kenapa? Ini Alasan Dokter Gizi

Kamis, 07 April 2022 - 11:03 WIB
Ilustrasi sahur bersama keluarga. Foto: Langit7/iStock
Sahur adalah bagian penting dari bulan Ramadhan, dimana umat Muslim makan dan minum untuk bekal selama menjalani puasa belasan jam. Rutinitas sahur dilakukan di jam-jam sebelum fajar, umumnya orang sahur di jam 03.00-04.00 dini hari.

Larutnya waktu sahur membuat banyak orang memutuskan untuk melakukan sahur sahur lebih awal, semisal jam 24.00. Dokter Spesialis Gizi Klinik Universitas Indonesia dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.GK menyarankan untuk tidak melakukan kebiasaan ini.

Baca juga: Keutamaan Sahur, Jangan Lewatkan Meski Hanya Seteguk Air

"Sahur kalau lebih cepat artinya waktu kita kosong alias berpuasa lebih panjang," ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya ini seperti dikutip dari Antara, Kamis (7/4/2022).

Waktu terbaik untuk melakukan sahur, menurut dr Diana, adalah sekitar pukul 03.00-04.00 atau mendekati imsak. Diana beralasan, sahur di waktu tersebut maka Anda berpuasa sekitar 13-14 jam hingga waktu berbuka puasa pukul 18.00.

"Bagi orang dengan masalah gula darah, waktu berpuasa yang lebih panjang bisa menyebabkan gula darah menjadi drop. Tetapi ini mungkin tak dialami mereka tanpa masalah gula darah, kendati rekomendasi berpuasa (di Indonesia) tak lebih dari 13-14 jam dan berarti sahur menjelang waktu imsak," jelasnya.

Ia melanjutkan, waktu berpuasa yang panjang khususnya bagi orang dengan masalah gula darah menjadi lebih berat bila melewati jam makan. Akibatnya, gula darah menjadi drop.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kesehatan ahli gizi sahur waktu imsak
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya