LANGIT7.ID, Jakarta - Ibadah puasa Ramadhan harus dibarengi dengan sahur sebagai fondasi. Sahur adalah istilah yang merujuk pada akitivitas makan pada dini hari, sebelum masuk waktu Shubuh, bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa.
Sahur bisa menguatkan fisik untuk menahan haus dan lapar seharian, sebagai salah satu syarat sah puasa. Selain aspek fisik, ada pula keutamaan sahur yang telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW.
“Bahkan Rasulullah SAW menganjurkan sahur meski hanya dengan seteguk air, mengingat keutamaan sahur yang begitu indah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, saat menyampaikan tausiah Ramadhan di Al-Bahjah TV, dikutip Rabu (6/4/2022).
Baca juga: Ingin Tubuh Sehat dan Bugar di Bulan Puasa? Ini KuncinyaIbadah paling penting pada saat Ramadhan adalah puasa. Di dalam puasa ada martabat orang-orang berpuasa. Sementara, pahala sahur di bulan Ramadhan memiliki nilai yang luar biasa.
“(Sahur) untuk menyempurnakan puasa, kesempurnaan orang berpuasa adalah sahur. Fardhu-nya sudah jelas yakni meninggalkan diri dari makan dan minum mulai terbit fajar hingga terbenam Matahari,” ujar Buya Yahya.
Sahur merupakan sunnah puasa yang sangat dianjurkan. Dengan makan sahur, seseorang telah menunjukkan tanda ibadah kepada Allah Ta’ala. Seharusnya, kata Buya Yahya, semakin lapar seorang muslim maka semakin besar pahala yang didapatkannya. Tapi ternyata tidak. Allah memberi kesempatan untuk sahur.
Pada santapan hidangan sahur ada berkah. Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda: “Maka makanlah kalian makan sahur.” (HR Bukhari-Muslim)
Baca juga: Food Combining, Perhatikan Hal Ini di Menu Sahur dan Buka PuasaMenurut Buya Yahya, anjuran makan sahur sangat kuat, meski tidak wajib. Hadits dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian bersahur meskipun hanya seteguk air.” (HR Ibnu Hibban)
Di dalam makan sahur terdapat keberkahan. Keberkahan itu merupakan bonus dari kebaikan-kebaikan yang telah Allah sediakan di akhirat. “Ada banyak bonus kebaikan serta keberkahan seperti berkah dalam hidup dan berkah dalam umur yang sifatnya luas,” ucap Buya Yahya.
(jqf)