home edukasi & pesantren

Sejarah Pembagian 30 Juz Al-Qur’an

Jum'at, 08 April 2022 - 14:52 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Dahulu para sahabat Nabi Muhammad SAW membagi isi Al-Qur’an ke dalam 7 bagian, bukan 30 juz seperti sekarang ini. Pembagian isi Qur'an itu dimulai dari Surah Al-Baqarah terus ke belakang yakni, 3 surah, 5 surah, 7 surah, 9 surah, 11 surah, 13 surah, kemudian mufashshal.

Pembagian di atas terjadi dikarenakan para sahabat terbiasa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu pekan. Mereka membaca satu bagian dalam satu hari. Lalu, siapa yang pertama kali membagi Al-Qur’an menjadi 30 juz?

Syekh Ali Jum'ah, ulama besar asal Mesir mengatakan, Al-Qur’an memiliki ayat, kalimat, huruf. Orang-orang Islam menghitung itu semua, menghitung ayat, kalimat dan huruf Al-Qur’an.

Lalu, Al-Qur’an dibagi menjadi 30 juz dengan pertimbangan jumlah huruf. Tiap juz hampir sama dengan juz setelah dan sebelumnya, sebab kadang hitungan berhenti di tengah ayat, sehingga dimulai dari awal ayat untuk juz setelahnya.

Baca juga: Tafsir Al-Baqarah Ayat 177: Kebajikan Bukan Menghadap Barat dan Timur, tapi...

“Tiap juz diketahui ukurannya. Maka ketika Al-Qur’an dicetak yang dimulai dari orang-orang Turki dalam tulisan yang Indah, khat Arab yang disebut dengan ‘Darkanar’ yang artinya ‘dalam lingkaran’,” kata Syekh Ali Jumah melalui kanal Sanad Media, Jumat (8/4/202).

Dalam Darkanar, 1 juz dijadikan 20 Halaman. Setiap halaman 15 baris. Di setiap halaman diawali dengan ayat dan diakhiri dengan ayat yang utuh. Kemudian, juz dibagi menjadi dua (setengah juz atau hizb), lalu dibagi menjadi empat yang disebut rubu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
al quran sirah al-quran mushaf al quran
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya