Hamid Fahmi Zarkasyi: Cintai Allah, Obat Mujarab Hadapi Pandemi
Muhajirin
Jum'at, 30 Juli 2021 - 05:03 WIB
Ilustrasi seorang muslim berdoa kepada Allah sebagai upaya mendekatkan diri dan lebih dalam mencintai-Nya. Foto: Langit7.id/iStock
Cinta kepada Allah SWT merupakan obat paling mujarab dari segala penyakit, termasuk saat menghadapi balada pandemi Covid-19. Dalam Surah Ar Ra'd Ayat 28 disebutkan, dzikir bakal mendatangkan ketenangan.
Hal sedemikian itu disampaikan langsung Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof Dr Hamid Fahmi Zarkasy.Menurutnya, hal tersebutsejalan dengan tiga tips menghadapi krisis kesehatan yang disampaikan Ibnu Sina.
Ibnu Sina mengatakan, kepanikan adalah sebagian dari penyakit sedangkan ketenangan separuh dari obat. Sedangkan kesabaran merupakan awal dari kesembuhan.
"Orang yang bahagia itu adalah orang yang dekat dengan Allah," kata Ustadz Hamid dalam webinar MIUMI bertajuk Wahai Ummat, Jangan Bersedih yang disiarkan melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis (29/7/2021) malam WIB.
Upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT memiliki dua kata kunci, yakni berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri sendiri dan berlindung dari keburukan amal. Di dalam diri manusia ada setan yang selalu mengembuskan rasa was-was agar jauh dari Allah. Maka perlu perlindungan dari Dzat yang Maha Kuasa agar hati selalu tenang mengingat-Nya.
"Lalu kita juga berlindung kepada Allah atas amal yang kita kerjakan karena keburukan amal itu akan mendatangkan keburukan yang lain," ucapnya.
Jadi, kata dia, orang yang mendapat petunjuk dari Allah adalah mereka yang mengerjakan kebaikan secara terus-menerus. Setelah usai dari satu kebaikan dia langsung beralih mengerjakan kebaikan yang lain. Demikian seterusnya.
Hal sedemikian itu disampaikan langsung Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof Dr Hamid Fahmi Zarkasy.Menurutnya, hal tersebutsejalan dengan tiga tips menghadapi krisis kesehatan yang disampaikan Ibnu Sina.
Ibnu Sina mengatakan, kepanikan adalah sebagian dari penyakit sedangkan ketenangan separuh dari obat. Sedangkan kesabaran merupakan awal dari kesembuhan.
"Orang yang bahagia itu adalah orang yang dekat dengan Allah," kata Ustadz Hamid dalam webinar MIUMI bertajuk Wahai Ummat, Jangan Bersedih yang disiarkan melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis (29/7/2021) malam WIB.
Upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT memiliki dua kata kunci, yakni berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri sendiri dan berlindung dari keburukan amal. Di dalam diri manusia ada setan yang selalu mengembuskan rasa was-was agar jauh dari Allah. Maka perlu perlindungan dari Dzat yang Maha Kuasa agar hati selalu tenang mengingat-Nya.
"Lalu kita juga berlindung kepada Allah atas amal yang kita kerjakan karena keburukan amal itu akan mendatangkan keburukan yang lain," ucapnya.
Jadi, kata dia, orang yang mendapat petunjuk dari Allah adalah mereka yang mengerjakan kebaikan secara terus-menerus. Setelah usai dari satu kebaikan dia langsung beralih mengerjakan kebaikan yang lain. Demikian seterusnya.