Tafsir Ar-Ra'd Ayat 11: Kondisi Suatu Kaum Tergantung Manusia Sendiri
Fajar adhitya
Selasa, 12 April 2022 - 07:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Islam adalah agama yang menghormati akal budi dan mendorong manusia memaksimalkannya untuk membuat kemaslahatan sosial. Allah memberikan manusia kebebasan mengatur dirinya sendiri di bawah naungan Allah.
Allah tidak akan mengubah keadaan suatu komunitas, lingkungan, masyakarat, negara, dan bangsa dari kenikmatan dan kesejahteraan yang dinikmatinya menjadi binasa dan sengsara. Kondisi suatu kaum baik negatif maupun positif tergantung perbuatan manusia itu sendiri.
Surat Ar-Ra'd ayat 11:
ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Baca Juga:SE Menaker Soal THR 2022 Terbit, Pengusaha Diimbau Lakukan Dua Hal Ini
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan, ayat ini mewajibkan manusia memaksimalkan potensinya untuk menentukan garis hidupnya. Manusia diberi akal oleh Allah dan dia pandai sendiri mempertimbangkan dengan akalnya itu di antara yang buruk dengan yang baik.
Allah tidak akan mengubah keadaan suatu komunitas, lingkungan, masyakarat, negara, dan bangsa dari kenikmatan dan kesejahteraan yang dinikmatinya menjadi binasa dan sengsara. Kondisi suatu kaum baik negatif maupun positif tergantung perbuatan manusia itu sendiri.
Surat Ar-Ra'd ayat 11:
ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Baca Juga:SE Menaker Soal THR 2022 Terbit, Pengusaha Diimbau Lakukan Dua Hal Ini
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan, ayat ini mewajibkan manusia memaksimalkan potensinya untuk menentukan garis hidupnya. Manusia diberi akal oleh Allah dan dia pandai sendiri mempertimbangkan dengan akalnya itu di antara yang buruk dengan yang baik.