Pesantren Punya Potensi Emas, PBSB Buat Santri Mendunia
Muhajirin
Selasa, 12 April 2022 - 13:15 WIB
Ilustrasi (foto: istimewa)
Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Ditjen Pendis Kemenag RI, Basnang Said, menjelaskan, Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) menjadi program unggulan Kementerian Agama yang dicanangkan sejak 2005.
Program tersebut telah berhasil melahirkan intelektual-intelektual muslim di Indonesia. Hingga saat ini, 5.150 santri sudah menerima manfaat dari beasiswa tersebut.
“Negara memahami bahwa banyak potensi besar di pondok pesantren. Namun umumnya, santri-santri yang belajar di pesantren berasal dari keluarga kurang mampu. Maka di tahun 2005, negara memfasilitasi para santri dengan beasiswa,” kata Said dalam webinar PBSB Pendis Kemenag, dikutip Selasa (12/4/2022).
Baca juga: PTKIN, Solusi Pendidikan untuk Generasi Milenial
Keberadaan pesantren selalu terbukti mampu menghadapi tantangan zaman. Namun, akselerasi modernitas yang begitu cepat menuntut pesantren untuk tanggap secara cepat pula. Itu agar agar eksistensi pesantren tetap relevan dan signifikan.
Secara historis, keberadaan pesantren menjadi sangat penting dalam upaya pembangunan masyarakat. Terlebih, pesantren lahir dari aspirasi masyarakat. Pesantren juga menjadi cerminan kebutuhan masyarakat akan pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan sosial.
PBSB hadir untuk mengakomodasi hal tersebut. Said menyebut, potensi-potensi besar di pesantren harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Para santri memiliki soft skill dan sosial skill yang tak dimiliki pelajar lain. Hanya saja, mereka kadang terhalang biaya untuk melanjutkan pendidikan.
Program tersebut telah berhasil melahirkan intelektual-intelektual muslim di Indonesia. Hingga saat ini, 5.150 santri sudah menerima manfaat dari beasiswa tersebut.
“Negara memahami bahwa banyak potensi besar di pondok pesantren. Namun umumnya, santri-santri yang belajar di pesantren berasal dari keluarga kurang mampu. Maka di tahun 2005, negara memfasilitasi para santri dengan beasiswa,” kata Said dalam webinar PBSB Pendis Kemenag, dikutip Selasa (12/4/2022).
Baca juga: PTKIN, Solusi Pendidikan untuk Generasi Milenial
Keberadaan pesantren selalu terbukti mampu menghadapi tantangan zaman. Namun, akselerasi modernitas yang begitu cepat menuntut pesantren untuk tanggap secara cepat pula. Itu agar agar eksistensi pesantren tetap relevan dan signifikan.
Secara historis, keberadaan pesantren menjadi sangat penting dalam upaya pembangunan masyarakat. Terlebih, pesantren lahir dari aspirasi masyarakat. Pesantren juga menjadi cerminan kebutuhan masyarakat akan pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan sosial.
PBSB hadir untuk mengakomodasi hal tersebut. Said menyebut, potensi-potensi besar di pesantren harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Para santri memiliki soft skill dan sosial skill yang tak dimiliki pelajar lain. Hanya saja, mereka kadang terhalang biaya untuk melanjutkan pendidikan.